Sabtu , 24 Juli 2021
BANNER


BANNER


BANNER
Home / Inspiring / Novak Djokovic:  Sejak Usiaku Masih Tujuh Tahun, Aku Sudah Bermimpi Juara Wimbledon

BANNER


BANNER

Novak Djokovic:  Sejak Usiaku Masih Tujuh Tahun, Aku Sudah Bermimpi Juara Wimbledon

tenis
Novak Djokovic mencium trofi Wimbledon di balkon The All England Tennis Club, London. (AELTC/Bob Martin / POOL / AFP)

Raih Trofi Wimbledon Keenam 

RB ONLINE – Novak Djokovic berjongkok lantas menjumput ujung rumput lapangan utama venue grand slam Wimbledon setelah menundukkan petenis Italia Matteo Berrettini di final tunggal putra dini hari (12/7).

Rumput tersebut lalu dimakannya. Itu adalah ritual yang selalu dilakukan Nole, sapaan Djokovic, setiap kali menjuarai turnamen tenis tertua di dunia tersebut.

BACA JUGA: Piala Dunia Catur Wanita 2021: Jagoan Indonesia Bertahan

Sudah tiga tahun beruntun petenis Serbia itu melakukan ritual tersebut di All England Lawn Tennis and Croquet Club. Kemarin, Djokovic harus melalui empat set yang cukup melelahkan sebelum menumbangkan Berrettini 6-7(4), 6-4, 6-4, 6-3.

Total, Djokovic kini sudah menjadi juara enam kali di Wimbledon. Yakni, pada edisi 2011, 2014, 2015, 2018, 2019, dan 2021. Tahun lalu, turnamen tersebut ditiadakan akibat pandemi Covid-19.

’’Menjadi juara Wimbledon adalah impianku sedari kecil. Sejak usiaku masih tujuh tahun. Kini, ada enam piala itu di rumahku. Sungguh luar biasa,’’ ucap petenis 34 tahun tersebut dilansir CBS Sports.

Gelar itu sekaligus mengantar Djokovic menyamai raihan trofi grand slam Roger Federer dan Rafael Nadal. Ketiganya kini sama-sama mengumpulkan 20 gelar mayor.

Djokovic bahkan berpeluang menyalip torehan Nadal dan Federer tidak lama lagi. Itu jika dia mampu menjadi kampiun di grand slam terakhir tahun ini Amerika Serikat (AS) Terbuka bulan depan.

Jika berhasil, Djokovic akan dicatat sejarah sebagai satu dari hanya enam petenis tunggal yang mampu menyapu bersih seluruh gelar grand slam dalam setahun.

Petenis yang terakhir mampu menorehkan rekor itu adalah Rod Laver pada 1969. Sementara di tunggal putri adalah Steffi Graf pada 1988.

Menilik performa Djokovic sepanjang tahun ini, bukan mustahil rekor itu tercapai. Dalam tiga final grand slam 2021, Djokovic selalu mampu menaklukkan petenis-petenis yang lebih muda.

Di Australia Terbuka, dia mengalahkan Daniil Medvedev, 25 tahun. Di Prancis Terbuka, dia menumbangkan Stefanos Tsitsipas, 22 tahun. Dan, kemarin giliran Berrettini yang usianya masih 25 tahun. Baca Selanjutnya >>>

Berita Lainnya

Ginting Berpeluang Lebih Besar

    RB ONLINE– Anthony Sinisuka Ginting mendapat peluang yang bagus dalam Olimpiade Tokyo 2020. …

%d blogger menyukai ini: