Sabtu , 24 Juli 2021
BANNER


BANNER


BANNER
Home / Bengkulu Raya / Bengkulu Utara / Calon Peserta CASN Bisa Daftar Kembali, Kasus Formasi “Hilang”

BANNER


BANNER

Calon Peserta CASN Bisa Daftar Kembali, Kasus Formasi “Hilang”

 

 

ARGA MAKMUR – Setelah KemenPAN-RB memperpanjang pendaftaran seleksi CPNS dan PPPK hingga 26 Juli mendatang, Kemendikbud juga membuat kebijakan baru terkait dengan formasi “hilang”. Kasus formasi hilang ini terjadi jika di satu sekolah yang mana ada 3 calon peserta yang memenuhi syarat.

Sedangkan hanya tersedia satu formasi. Sehingga formasi secara otomatis terkunci jika salah satu peserta sudah mendaftar. Hal ini membuat pendaftar harus memilih di sekolah lain.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM) Bengkulu Utara, Drs. Setyo Budi Raharjo. M.Pd mengatakan, dengan keluarnya kebijakan baru Kemendikbud khusus PPPK guru non PNS Senin lalu, maka peserta yang sudah terlanjur mendaftar di formasi sekolah lain bisa membatalkan pendaftarannya.

“Karena saat satu formasi terkunci, ada kemungkinan calon peserta sudah mendaftar ke sekolah lain. Sedangkan ada formasi yang linier di sekolah tempat tugasnya,” ujarnya.

Peserta yang sudah mendaftar tersebut tinggal masuk kembali ke akun pendaftaran masing-masing dan menggunakan tombol “reset” untuk mengulang mendaftar. Kemendikbud memastikan formasi awal yang sudah terisi di sekolahnya dan terkunci sudah terbuka kembali.

“Jadi silakan direset dan mendaftar kembali jika memang merasa ingin mendaftar di sekolah tempat tugas awal, tapi sudah terlanjur mendaftar di tempat lain,” terang Budi.

Ini artinya, jika ada lebih dari satu guru non PNS yang memenuhi syarat di sekolah asal, maka guru tersebut akan bersaing memperebutkan satu formasi di sekolah tersebut sesuai dengan nilai tesnya.

“Dengan adanya perubahan tersebut maka kita yakin akan ada beberapa perubahan pendaftaran. Karena selama ini hal ini yang sangat dikeluhkan oleh calon peserta,” jelas Budi.

Calon peserta tes PPPK guru non PNS juga hanya mendaftar secara online dan tidak menyerahkan berkas selayaknya peserta tes CPNS. Sehingga Panselda hanya melakukan update data dari pendaftaran online yang masuk per hari.

“Nanti akan kita lihat apakah akan ada pengurangan peserta karena mungkin peserta melakukan reset dan kembali melakukan pendaftaran ulang. Peserta juga harus benar-benar berpikir, karena reset hanya bisa dilakukan satu kali. Jadi setelah berubah, tidak boleh ada perubahan lagi,” pungkas Budi.(qia)

Berita Lainnya

Terapkan Tipiring Bagi Pelanggar Prokes, Banyak Pelanggaran di Masa PPKM

    ARGA MAKMUR – Sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bakal diterapkan bagi pelanggar protokol …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: