Minggu , 25 Juli 2021
BANNER


BANNER


BANNER
Home / KESEHATAN / Benarkah Jahe Bisa Ringankan Gejala Pasien Covid-19? Ini Kata Ahli

BANNER


BANNER

Benarkah Jahe Bisa Ringankan Gejala Pasien Covid-19? Ini Kata Ahli

PANEN: Petani jahe di Desa Tanjung Alam Kecamatan Ujan Mas, saat memanen hasil kebunnya. Foto: DOK/RB/RBOnline)

 

RB ONLINE – Saat awal pandemi Covid-19, jahe atau empon-empon dan rempah-rempah seringkali dikaitkan untuk meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh. Namun para ahli menegaskan tak ada bukti ilmiah bahwa jahe bisa meredakan gejala pasien Covid-19.

“Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan efektivitas jahe dalam memerangi Covid-19 meskipun terkenal populer di kalangan penyintas,” kata Ahli Kesehatan dr. Marlin McKay seperti dilansir dari Times Live, Rabu (21/7).

BACA JUGA: Riset UI: Orang Belum Kawin Berisiko Lebih Rendah Terinfeksi Covid-19

Pandangannya merujuk saran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mengatakan meskipun jahe, lada hitam, dan madu memang memiliki khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan seseorang, namun tidak ada bukti bahwa ini bekerja melawan virus korona. Tidak ada bukti ilmiah bahwa lada hitam, madu, dan jahe melindungi dari infeksi Covid-19.

“Namun secara umum, beberapa rempah-rempah dianggap memiliki khasiat yang mungkin bermanfaat bagi kesehatan,” kata WHO.

Kepala Pusat Penyakit Pernapasan dan Meningitis di Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) SA Prof Cheryl Cohen, membenarkan hal itu. “Sepengetahuan saya tidak ada bukti efek pencegahan spesifik jahe segar terhadap Covid-19,” katanya.

Laman Medical News Today juga menegaskan tidak ada konklusi yang membuktikan bahwa jahe dapat menghentikan atau menghilangkan pilek. Akan tetapi memang penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu mencegahnya. Jahe juga dapat membantu memperbaiki gejala pilek.

Menurut satu ulasan, ada bukti bahwa jahe dapat mencegah masuk angin, mencegah atau meredakan sakit tenggorokan, mengurangi hidung tersumbat, mengurangi peradangan. Namun, para peneliti perlu mempelajari jahe lebih lanjut untuk mendukung bukti ini.

Jahe mengandung senyawa yang disebut gingerol dan shogaols. Sebuah studi laboratorium 2011 menemukan bahwa jahe menunjukkan efek antibakteri yang lebih tinggi daripada antibiotik terhadap Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. S. pyogenes, atau bakteri penyebab faringitis streptokokus, radang tenggorokan.

Dalam studi tabung reaksi, jahe menampilkan sifat antivirus. Baca Selanjutnya>>>

Berita Lainnya

Alasan Sakit, Kades Tanjung Raman Mangkir

    BENGKULU TENGAH– Kades Tanjung Raman Kabupaten Bengkulu Tengah Dodi Erianto kemarin (23/7) mangkir …

%d blogger menyukai ini: