Minggu , 25 Juli 2021
BANNER


BANNER


BANNER
Home / Hukum & kriminal / Dugaan Mark Up Rp 3,6 juta/Unit, Pengadaan Laptop di 102 Sekolah

BANNER


BANNER

Dugaan Mark Up Rp 3,6 juta/Unit, Pengadaan Laptop di 102 Sekolah

Martin Luther

BENGKULU – Hasil penyidikan sementara Kejati Bengkulu atas  penggunaan dana BOS Afirmasi non-fisik di Kabupaten Seluma tahun 2020 sejumlah Rp 6,1 miliar, menguat adanya penyelewengan. Terutama dugaan  mark up pengadaan laptop merk Asus Intel Core i5 1035G1 di 102 SMP dan SD Negeri se-Kabupaten Seluma.

Harga di pasaran, laptop merek dan seri tersebut Rp 8 juta perunit. Namun dari pemeriksaan penyidik Kejati Bengkulu terhadap sejumlah kepala SD dan SMP Kabupaten Seluma, harga laptop dibandrol Rp 11,6 juta peunit. Artinya ada selisih harga mencapai Rp 3,6 juta perunit.

BACA JUGA: Dugaan Mark Up Laptop dan Thermogun, Kejati Periksa Pejabat Disdik Seluma

Kemudian ditambah pajak, sehingga perunit laptop  Rp 13 juta yang harus dibayarkan sekolah ke pihak pengadaan, yakni Biru Komputer di Kota Bengkulu. Dikuatkan dengan bukti kwitansi pembelian yang diserahkan saksi kepada penyidik yang mencantumkan harga pembelian sejumlah tersebut.

Pantauan Rakyat Bengkulu, kemarin (21/7), penyidik Kejati melakukan pemeriksaan  dua saksi, Juliadi selaku Kabid SD Disdik Seluma dan Herliana selaku Manajer Biru Komputer. Informasi yang Rakyat Bengkulu peroleh, pemeriksaan kedua saksi tersebut dilakukan penyidik, salah satunya untuk menanyakan adanya perbedaan harga 1 unit laptop merk Asus Intel Core i5 1035G1dipasaran dengan yang dibandrol oleh pihak pengadaan.

Selain memeriksa dua saksi tersebut, penyidik Kejati Bengkulu juga telah memblokir rekening pribadi Kadis Pendidikan Kabupaten Seluma, Emzaili Hambali, M.Pd dan rekening pribadi menantunya berinisial Fi.

Dikonfirmasi usai menjalani pemeriksaan sekitar 3 jam, Juliadi memilih enggan berkomentar banyak. Dia hanya mengatakan kedatangannya sekadar koordinasi dan bentuk sikap kooperatif atas kasus yang tengah diusut Kejati Bengkulu.

“Hanya sebatas koordinasi saja,” ujar Juliadi. Begitu juga dengan Manager Biru Komputer, Herlina yang berusaha menghindari wartawan dan langsung berlalu pergi saat hendak dikonfirmasi.

Sedangkan Owner Biru Komputer, Yuan De Gama dikonfirmasi perihal harga laptop Asus Intel Core i5 1035G1, mengaku tidak tahu pastinya. Itu lantaran transaksinya dilakukan pihak pembeli (sekolah) dengan  manager dan karyawan Biru Komputer. “Saya tidak tahu pastinya, saya juga belum ada menanyakan hal itu. Jadi langsung ke managernya saja,” sampai Yuan. Baca Selanjutnya >>>

Berita Lainnya

Maling Kerbau, Dua Tersangka Ditangkap, Dua Lagi Masih Dikejar

    KAUR – Polsek Nasal berhasil mengamankan dua warga Desa Suku Tiga Kecamatan Nasal …

%d blogger menyukai ini: