Jumat , 2 Desember 2022
Home / Nasional / Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Didakwa Terima Suap Rp 13 Miliar

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Didakwa Terima Suap Rp 13 Miliar

Selanjutnya pada 19 Februari 2021, Edy Rahmat dihubungi Agung Sucipto menyampaikan keinginannya terkait Proposal Bantuan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Sinjai Tahun Anggaran 2021 senilai Rp 26.551.213.000,00 yang diajukan oleh Andi Seto Gadhista Asapa selaku Bupati Sinjai kepada Nurdin Abdullah, dengan permintaan agar Nurdin memberikan persetujuan bantuan keuangan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Jika bantuan keuangan Provinsi Sulawesi Selatan tersebut disetujui oleh Terdakwa, maka yang akan mengerjakan proyek tersebut ialah Agung Sucipto dan Harry Samsuddin. Selain itu Agung Sucipto juga menjanjikan akan memberikan fee sejumlah 7 persen kepada Terdakwa, jika bantuan keuangan tersebut disetujui dan dikucurkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai,” ungkap Jaksa Asri sebagaimana dilansir jawapos.com.

Atas permintaan Agung Sucipto tersebut, Edy Rahmat kemudian menyampaikannya kepada Nurdin. Lantas Nurdin menyampaikan kepada Edy Rahmat agar Agung Sucipto segera menyiapkan Proposal dan Detail Enginering Design (DED).

Jaksa mengungkapkan, pada 26 Februari 2021 Agung Sucipto menyiapkan uang sejumlah Rp 2.500.000.000 dengan perincian sejumlah Rp 1.450.000.000 ditarik dari rekening pribadi Agung Sucipto pada Bank BNI Cabang Tamalanrea Kota Makassar. Selain itu, uang sejumlah Rp1.050.000.000 dari Harry Syamsuddin yang diterima oleh Agung Sucipto
di Cafe Fireflies Jl. Pattimura Kota Makassar.

Selanjutnya pada hari yang sama sekitar 20.25 WITA, Edy Rahmat kembali dihubungi Agung Sucipto yang memberitahukan pertemuan akan dilakukan di Rumah Makan Nelayan Jl. Ali Malaka No.25 Kota Makassar. Kemudian bertempat di pinggir jalan yang tidak jauh dari Rumah Makan Nelayan tersebut, Edy Rahmat menerima uang sejumlah Rp 2.500.000.000,00 yang dikemas dalam sebuah koper warna hijau yang berisi uang dengan total nominal Rp 2.000.000.000.

Tidak hanya itu, ada uang di dalam sebuah tas ransel warna hitam kombinasi biru list merah yang berisi uang dengan total nominal Rp 500.000.000,00 beserta dengan tiga bundel proposal bantuan pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sinjai Tahun Anggaran 2021 dari Agung Sucipto.

Nurdin juga didakwa menerima gratifikasi berupa pemenerimaan uang dengan jumlah seluruhnya sebesar Rp 6.587.600.000,00 dan SGD200.000 yang berhubungan dengan jabatannya. Baca Selanjutnya >>>

Berita Lainnya

Perketat IMB, Antisipasi Dampak Bencana

TUBEI, rakyatbengkulu.com – Tingginya potensi bencana di Kabupaten Lebong tidak bisa dihindari mengingat kontur dan …