Selasa , 24 Agustus 2021
BANNER


BANNER


BANNER
Home / Metropolis / Tumpukan Batu Bara di Pulau Baai, Perizinan Harus Ditinjau Ulang

BANNER


BANNER

Tumpukan Batu Bara di Pulau Baai, Perizinan Harus Ditinjau Ulang

TUAI PROTES: Gunungan-gunungan batu bara di sepanjang jalan kawasan Samudera Ujung Pulau Baai. (foto: abdi/rb)

BENGKULU – Tumpukan batu bara di kawasan Samudera Ujung, Pulau Baai menuai protes dari banyak.  Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bengkulu Beni Ardiansyah mengatakan batu bara bertumpuk memperburuk ekosistem dan berbahaya untuk makhkuk hidup di sekitarnya.

“Endapan-endapan dari batu baru itu langsung larut masuk ke laut dan berdampak buruk terhadap terumbu karang dan makhluk hidup sekitarnya,” kata Beni.

Dijelaskannya, Walhi sudah melaporkan permasalah ini agar perizinannya ditinjau ulang oleh pemerintah daerah tapi sampai saat ini belum ada tindakan tegas dari pemerintah daerah. “Kami belum melihat tindakan tegas dari pemerintah terkait permasalahan ini,” paparnya.

Beni mengatakan seharusnya pemerintah mengkategorikan perusahaan itu tidak  layak, sebab itu sangat tidak menguntungkan bagi nelayan yang ada disana. “Itu sangat merugikan untuk para nelayan yang mana mereka mencari makan disana,” katanya.

Beni menambahkan Walhi meminta pemerintah untuk memberikan sanksi hukum dan mencabut perizinan. “Pemerintah harus mengevalusi ulang dan apabila ada yang melanggar kami berharap diberikan sanksi hukum dan jika perlu untuk mencabut perizinannya,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu Medi Pebriansyah mengatakan akan mengecek terlebih dahulu, sehingga bisa mengetahui perusahaan itu masuk dalam kategori besar atau menengah.

“Supaya tidak salah dalam melakukan tindakan dan apabila memang perusahaan itu melanggar peraturan maka kami akan mencabut surat izin lingkungan hidupnya dan bisa juga akan didenda hingga miliaran rupiah berdasarkan berapa besar dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Waka I DPRD Kota Bengkulu Marliadi meminta agar pihak yang meletakan batu bara mengikuti regulasi yang berlaku. “Nanti kita akan panggil Pelindonya untuk tahu apa penyebabnya, apakah penumpukannya atau bongkar muatnya, nanti kita lihat dulu di lapangannya seperti apa jadi kami harus tahu dulu permasalahannya dimana,” tutupnya. (cw1)

Berita Lainnya

Lubang Jalan di Salak Raya Makan Korban

BENGKULU – Kondisi jalan berlubang di Jalan Salak Raya tepatnya di depan kampus UMB cukup …

%d blogger menyukai ini: