Rabu , 25 Agustus 2021
BANNER


BANNER


BANNER
Home / Bengkulu Raya / Mukomuko / Tak Berikan LPj, Audit Dana 60 BUMDes

BANNER


BANNER

Tak Berikan LPj, Audit Dana 60 BUMDes

TURUN: Kabid PUEM turun ke desa-desa, dalam rangka penilaian lomba desa. (Foto: Peri/RB)

 

 

MUKOMUKO – Kabid Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat (PUEM) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Mukomuko, Juni Erwani, S.IP menyatakan, audit dana yang digunakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), akan melibatkan Inspektorat Daerah (Ipda) Mukomuko. Langkah ini, setelah adanya sejumlah BUMDes yang belum kunjung menyampaikan pertanggungjawaban atas penyertaan modal yang diperoleh.

“Setidaknya ada 60 BUMDes yang ada di Kabupaten Mukomuko, tidak menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana penyertaan modal yang bersumber dari dana desa (DD) tahun 2020. Kalau estimasi saya, lebih dari Rp 2 miliar dana penyertaan modal di 60 BUMDes yang belum bisa dipertanggungjawabkan hingga saat ini,” ujar Juni.

Pihaknya melibatkan Ipda Mukomuko, untuk memastikan kemana aliran dana miliaran rupiah tersebut. Ia tidak menampik, ada informasi, alasan mereka lantaran usaha mereka yang tidak jalan. Lalu ada juga kepengurusan BUMDes yang tidak jelas, dan ada juga disebabkan manajemen kepengurusan yang tidak jalan.

Namun apapun alasannya, tegas Juni, bahwa hal itu tindakan yang salah jika tidak menyampaikan laporan penggunaan dana milik pemerintah setiap tahunnya. Dan ini harus jadi catatan bagi BUMDes lainnya yang selama ini laporan pertanggungjawabannya berjalan.

“Untuk BUMDes yang tidak menyampaikan laporan akibat tidak jelasnya kepengurusan. Atau akibat manajemen kepengurusan yang tidak jalan, termasuk tidak jelasnya usaha yang mereka jalankan itu. Supaya dapat mengembalikan dana penyertaan modal tersebut ke pemerintah,” tegasnya.

Pihaknya bersyukur, sejumlah BUMDes sudah ada yang mulai berangsur – angsur mengembalikan dana penyertaan modal BUMDes. Khususnya modal yang bersumber dari dana desa. Ini mengingat, dana penyertaan modal setiap BUMDes itu jumlahnya antara Rp 50 juta hingga Rp 200 juta.

“Modal yang cukup besar sekali. Karena mereka tidak bisa mempertanggung jawabkan penggunaan dana penyertaan modal, sebagian pengurus BUMDes sudah mengembalikan dananya sedikit-dikit. Dan kami akan terus berupaya untuk melakukan pembenahan-pembenahan terhadap BUMDes,” tukasnya. (hue)

Berita Lainnya

Penyebab Perundungan karena Caci Maki di Medsos FB

CURUP – Seperti yang direncanakan, aksi perundungan yang dilakukan pelajar perempuan SMA terhadap pelajar perempuan …

%d blogger menyukai ini: