Rabu , 15 September 2021
BANNER


BANNER


BANNER


BANNER
Home / Bengkulu Raya / Soal Insiden Dengan Wartawan, PH Koordinator FPPPI Membela Diri

BANNER


BANNER

Soal Insiden Dengan Wartawan, PH Koordinator FPPPI Membela Diri

“Hal itu yang membuat kami merasa keberatan kepada penyidik dan dua orang tersebut. Karena bagaimana mungkin kami dan klien kami tidak boleh membawa masuk alat komunikasi, namun dua orang yang mengaku sebagai wartawan bisa masuk dan mengambil foto menggunakan handphone,” jelasnya.

Ia pun mengaku langsung mengingatkan kepada kedua orang tersebut bahwa mengambil foto tanpa persetujuan dari pihaknya saat menjalankan profesi sebagai PH, patut diduga tindakan tersebut sebagai pelanggaran hak cipta. “Bahwa kami keberatan atas keberadaan kedua wartawan yang tiba-tiba muncul, duduk menghadap posisi kami dan langsung mengambil foto saat klien kami diperiksa,” tambahnya.

Terkait aksi tarik menarik ID Card jurnalis tersebut, Sibarani mengatakan berawal dari pihaknya yang complain terhadap kedua jurnalis tersebut, namun salah satu jurnalis bernama Arie Saputra mengatakan bahwa “Hak dia selaku wartawan untuk mengambil foto siapapun dimanapun”.

“Bahwa jawaban diatas, timbul pertanyaan saya saat itu. Apakah wartawan tersebut benar-benar wartawan atau tidak. Karena bagaimana mungkin wartawan bisa semena-mena mengambil foto klien kami saat proses pemeriksaan. Untuk itulah saya meminta ID Card-nya guna memastikan apakah beliau benar-benar wartawan, dan sekaligus saya akan catat sebagai dasar saya untuk mengajukan keberatan terhadap tindakan wartawan tersebut,” bebernya.

PWI Kepahiang: “Protes Dengan Cara Baik”

Sementara itu, menanggapi insiden yang melibatkan dua orang wartawan yang merupakan pengurus di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepahiang, Ketua PWI Kepahiang Mukhtar Amen tetap menyayangkan sikap dari oknum advokat tersebut sehingga akhirnya menyebabkan keributan.

“Harusnya selaku PH bisa menyampaikan keberatannya dengan baik kepada jurnalis yang sedang melakukan peliputan. Kemudian terkait kegiatan pengambilan gambar di ruang pemeriksaan. Itu adalah kepentingan berita dan selama ini di Polres Kepahiang tidak pernah melarang jurnalis melakukan aktivitas peliputan disana,” tegasnya.

Disisi lain, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Bengkulu, Edy Sugiarto, SH, MH ketika dimintai tanggapan mengenai insiden antara jurnalis dengan advokat tersebut, mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima apapun pengaduan dari anggota Peradi atas insiden di Kepahiang.

Baca Selanjutnya>>>

Berita Lainnya

Perkara Penyerobotan Tanah, Polda Periksa Sekda Seluma

BENGKULU – Penyidik Dit Reskrimum Polda Bengkulu melakukan pemeriksaan terhadap Sekda Seluma Hadianto, (13/9) pagi. …

%d blogger menyukai ini: