Jumat , 1 Oktober 2021
BANNER


BANNER


BANNER


BANNER
Home / News Update / Tausiyah: Modal Masuk Surga

BANNER

Tausiyah: Modal Masuk Surga

Ustad Bastari, M.Ag
Ustad Bastari, M.Ag

 

SETIAP manusia pastilah ingin masuk surga. Dan setiap yang ingin masuk surga haruslah memiliki modal untuk mendapatkannya, karena dalam kehidupan ini segala sesuatu harus punya modal, apalagi ketika ingin masuk surga. Lalu apakah modal masuk surga tersebut? Ada empat modal dasar yang harus dimiliki:

Modal pertama adalah Ilmu. Siapa pun yang ingin masuk surga, maka ia harus punya ilmu. Dan ilmu yang dimaksud itu adalah ilmu yang berhubungan dengan keislaman. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada: “Barangsiapa yang ingin Allah berikan kebaikan kepadanya, niscaya Allah jadikan ia memahami dengan baik hal-hal yang berkaitan dengan agama”. (HR al-Bukhari)

Oleh karena itu, siapa pun kita dan apa pun profesi yang kita geluti, hendaknya jangan lupakan ilmu agama. Betapa tidak, untuk setiap persoalan-persoalan kecil dalam kehidupan dunia ini harus ada ilmunya, seperti cara memasak nasi, memasak gulai, bahkan memasak air, apalagi dalam hal-hal yang dapat memasukkan kita ke surga.

Disebutkan dalam tafisir al-Qurthubi bahwa Khalifah Umar bin al-Khaththab pernah berkata:  “Tidak ada yang boleh membuka lapak di pasar kita ini kecuali bagi yang sudah mengerti fikih bisnis. Karena jika tidak, ia akan terjerumus dalam praktik bisnis ribawi”.

Modal kedua yang harus dimiliki adalah Amal. Ada dua kaitan yang erat antara ilmu dan amal. Kaitan yang pertama adalah bahwa ilmu yang sudah diperoleh haruslah diamalkan.

Orang yang punya ilmu ibarat orang yang punya makanan tapi tak dimakan, punya minuman tapi tak diminum, punya uang tapi tak dibelanjakan.

Fudlail bin ‘Iyadl mengatakan: “Seorang  yang memiliki ilmu masih dianggap sebagai orang bodoh dengan ilmunya hingga ia amalkan ilmu tersebut. Apabila ia telah mengamalkannya, maka ia adalah orang berilmu”.

Modal yang ketiga adalah Dakwah. Dengan dakwah, maka seseorang akan mendapatkan limpahan pahala yang berlipat ganda.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun” (HR Muslim).

Apa itu dakwah? Dakwah artinya mengajak kepada Allahsubhanahu wa ta’ala dan megikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka apa pun aktifitas yang dilakukan dalam rangka untuk mengajak kepada Allah dan Rasul-Nya, maka itu adalah dakwah. Orang yang berdakwah disebut dengan da’i. Menjadi da’i tidak harus jadi kiyai atau pun ustadz. Baca Selanjutnya>>>

Berita Lainnya

wisata kepahiang

Target PAD Wisata Kepahiang Kecil, Cuma Rp 14,5 juta

KEPAHIANG, rakyatbengkulu.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata  Kabupaten Kepahiang sangat kecil. Cuma …

%d blogger menyukai ini: