Kamis , 14 Oktober 2021
BANNER


BANNER


BANNER


BANNER


BANNER
Home / Bengkulu Raya / Bengkulu Tengah / Penyebab Tanah Longsor di Liku Sembilan, Hujan Deras dan Hutan Gundul

BANNER

Penyebab Tanah Longsor di Liku Sembilan, Hujan Deras dan Hutan Gundul

TANAH LONGSOR: Petugas BPBD melakukan peninjauan dan evakuasi pada lokasi longsor yang terjadi di kawasan Liku Sembilan, Taba Penanjung. (Foto: Ist/RB)

BENGKULU TENGAH– Tanah longsor kembali terjadi di kawasan Liku Sembilan, Kecamatan Taba Penanjung, Rabu (13/10). Longsor terjadi di dua lokasi sekaligus yang berdekatan.

Kabid Darurat dan Logistik BPBD Bengkulu Tengah, Andri Edo Saputra mengatakan longsor ini terjadi diperkirakan karena cuaca ekstrem, dimana curah hujan yang sangat deras di wilayah Benteng. “Tim sudah saya perintahkan turun untuk mengevaluasi lokasi longsor. Kami juga meminta balai jalan nasional untuk segera menurunkan alat berat untuk menghindar arus lalu lintas macet total,” jelasnya.

Edo menambahkan, berdasarkan laporan cuaca dari BMKG, ada tiga kabupaten/kota yang akan dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Yakni Kabupaten Benteng, Kabupaten Seluma dan Kota Bengkulu. Dengan kondisi ini, ia berharap warga Benteng ekstra hati-hati, dan untuk tidak keluar rumah dahulu.

“Bagi pengendara yang melintasi jalur liku sembilan juga harus waspada. Bila perlu tunda dulu perjalanan untuk melintasi kawasan Liku Sembilan, apalagi saat hujan deras,” terang Edo.

Longsor yang kerap terjadi di kawasan Liku Sembilan tidak hanya disebabkan cuaca ekstrem, namun penyebab lainnya karena hutan lindung (HL) di kawasan tersebut sudah gundul. Sebagian kawasan hutan sudah digarap oleh warga setempat. Ketua Komisi I DPRD Benteng, Arsyad Hamzah, SE meminta pihak kepolisian bisa bertindak dan menyelidikinya. Sebab tidak selalu longsor dan pohon tumbang disebabkan oleh cuaca. Faktor kondisi hutan yang sudah tidak baik juga menjadi penyebab terjadi longsor dan pohon tumbang.

“Kita berharap Polres Benteng maupun polisi kehutanan secara kontinyu bisa melakukan pengecekan ke kawasan HL. Apabila memang didapatkan warga yang merusak hutan, langsung tangkap dan berikan tindakan tegas. Sehingga ada efek jera dan tidak ada lagi warga yang selalu merusak hutan hanya untuk membuka kebun yang jelas-jelas itu sudah melanggar hukum,” tegasnya.

Lanjut Arsyad, mengenai kawasan HL yang sudah banyak digarap dan dirambah oleh masyarakat, ia sudah mengetahui sejak lama persoalan ini. “Jadi apabila kegiatan ini terus menerus dilakukan oleh warga dan aparat terkait hanya diam, maka bukan tidak mungkin HL di Benteng ini akan gundul,” pungkasnya.(jee)

Berita Lainnya

Kejari Benteng Ikut Usut Jembatan Nyaris Ambruk

BENTENG, rakyatbengkulu.com – Kejadian hampir ambruknya jembatan Rp 3,6 miliar di Desa Paku Haji Kecamatan …

%d blogger menyukai ini: