Senin , 29 November 2021
BANNER


BANNER


BANNER


BANNER


BANNER
Home / Madrasah / TAUSIYAH: Hakekat Mencintai Rasulullah

TAUSIYAH: Hakekat Mencintai Rasulullah

 

Habib Abdurahman Alkaf
Oleh Habib Abdurahman Alkaf

 

NABI Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga menjadikan aku lebih ia cintai dari orangtuanya, anaknya dan seluruh manusia”. [HR al Bukhari dalam kitab al Iman, Bab Hubbur Rasul minal Imaan, no. 14].

Ada tiga pelajaran yang bisa diambil dari hadits di atas.

  1. Mencintai Rasulullah hukumnya wajib, bahkan termasuk kewajiban terbesar dalam agama. Tidak sempurna iman seorang hamba, kecuali dengannya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan umat ini untuk mencintai Rasulullah melebihi dirinya, keluarga, harta dan seluruh manusia.
  2. Mencintai Rasulullah. Membenarkan semua yang diberitakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Allah, mentaati beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya, serta beribadah hanya dengan syari’atnya.
  3. Melaksanakan semua konsekwensi dari cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik berupa i’tikad, pernyataan ataupun amalan, sesuai dengan hak-hak Rasulullah yang Allah wajibkan kepada hati, lisan dan anggota tubuh, sehingga beriman dan membenarkan kenabian, kerasulan dan seluruh ajaran beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu melaksanakan kewajiban dengan segenap kemampuannya, berupa ketaatan, ketundukan kepada perintahnya dan meneladani sunnahnya .

Bersedekah

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran- Allah memerintahkan umat ini untuk mencintai Rasulullah melebihi dirinya, keluarga, harta dan seluruh manusia. “Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” [at Taubat : 24].

Sementara dalam menghadapi musibah banjir ini  semua kita diminta untuk  segera kembali kepada sang Maha Kuasa, Pencipta dan Pengatur Alam semesta ini. “Hanya satu jalan, tidak ada cara lain, baik lewat otak, rekayasa akal ilmu manusia,” ujarnya.

Hanya dengan keimanan, semua terjadi atas kehendakNya, kita wajib mengimani seratus persen, hanya Dialah yang mengatur alam ini. “Segera perbanyak amal sholeh, tingkatkan istigfar bertaubat dari semua dosa-dosa,” bebernya.

Hikmah dari semua ini, kita diminta untuk  memperbanyak sedekah menolong sesama membantu masyarakat yang tidak mampu. Sedakah itu kata habib bisa menolak bala, termasuk musibah banjir yang sedang kita rasakan seperti ini.

Nabi Muhammad SAW mengatakan dengan sedekah bisa Menghindarkan Marabahaya. Manfaat sedekah dalam Islam adalah sebagai penolak bala, penyubur pahala, menahan musibah, dan kejahatan serta rezeki yang dilipat gandakan oleh Allah SWT.Rasulullah SAW bersabda tentang manfaat sedekah dalam Islam,

“Bersegeralah untuk bersedekah. Karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah. (iks)

Berita Lainnya

Periksa Semua Pemilik E-Warung

MUKOMUKO – Guna mendalami dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) …

%d blogger menyukai ini: