Senin , 29 November 2021
BANNER


BANNER


BANNER


BANNER


BANNER
Home / Berita Utama / Jago Partai di Pilbup Benteng

Jago Partai di Pilbup Benteng

KANTOR BUPATI: Beberapa nama digadang-gadang menjadi kandidat kuat bupati Bengkulu Tengah yang nantinya akan menempati kantor ini. (foto: jeri/rb.com)

BENGKULU, rakyatbengkulu.com – Jelang perhelatan pemilihan kepala daerah pada 2024 muncul sejumlah nama tokoh politik bakal bertarung. Meskipun masih tiga tahun lagi, para pendukung dan relawan ditenggarai sudah mulai bergerak mengumpulkan basis massa.

Beberapa nama digadang-gadang menjadi kandidat kuat bupati Bengkulu Tengah seperti Ketua DPRD Provinsi Bengkulu yang juga Sekretaris DPD Partai PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu, Ihsan Fajri. Lalu ada Politisi Partai Gerindra Irwan Eriadi. Pria yang akrab disapa Edi Ramli tersebut merupakan kakak Bupati Benteng Ferry Ramli. Ia juga duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu.

Edi Ramli enggan berkomentar banyak. Namun ia memberikan sinyal bertarung menjadi orang nomor satu di Benteng melanjutkan kepemimpinan adiknya, Ferry Ramli. “Itu masih masih lama. InsyaAllah. Kita lihat nanti ya seperti apa,” kata Edi Ramli, yang juga merupakan kakak dari Bupati Bengkulu Tengah Feri Ramli.

Ketua DPRD Benteng dari Partai Nasdem, Budi Suryantono, S.Sos mengatakan perihal ia akan maju atau tidak dalam Pilbup Benteng merupakan keputusan dari DPP Partai NasDem. Sebab DPP Nasdem nanti yang akan menentukan siapa yang akan diutus untuk maju dalam Pilbup 2024 nanti.

“Namun kita berharap siapapun nantinya yang akan diutus DPP Nasdem, sebaiknya sosok yang sudah diketahui masyarakat Benteng dan paham ataupun mengerti dengan karakteristik masyarakat Benteng. Kemudian tentu saja bisa terus membangun dan mengembangkan Kabupaten Benteng ini kedepannya,” ujarnya

Nama lain disebut menjadi kandidat kuat bupati Benteng yakni Waka II DPRD Benteng sekaligus menjabat sebagai DPC Gerindra Benteng, Evi Susanti, S.IP. Evi mengatakan hal yang sama dengan Budi. Mengenai Pilbup Benteng pada 2024 mendatang semua keputusan ada pada DPP. Apakah nanti Kader yang ada di DPC Gerindra Kabupaten Benteng ataukah DPD Gerindra Provinsi Bengkulu. Mengenai

“Mengenai adanya isu saya akan maju dalam Pilbup mendatang, itu tidak benar. Namun saya aminkan dan berfikir positif saja apabila memang banyak warga yang berfikiran seperti berarti banyak masyarakat yang mendoakan saya,” ungkapnya.

Lanjutnya, mengenai nanti apabila DPP Gerindra ternyata menunjuk dan mengusung ia untuk maju dalam Pilbup 2024 mendatang, ia tidak bisa menolak dan wajib untuk dilaksanakan.

“Apabila memang nanti perintah DPP dalam hal ini Pak Prabowo menunjukkan dan meminta saya maju dalam Pilbup, maka saya akan maju. Sebab sebagai kader yang baik, maka kita harus loyalitas dengan perintah partai,” demikian Evi.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Benteng yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Benteng periode 2014-2019 lalu, Tarmizi mengungkapkan dalam menentukan siapa yang akan diusung dalam Pilbup mendatang tentu saja partai Golkar akan melakukan survei terlebih dahulu. Dari hasil survei ini akan dilihat, siapa yang meraih angka tertinggi, maka itulah yang akan diusung oleh partai Golkar untuk maju dalam Pilbup nantinya, baik itu sebagai Bupati ataupun Wakil Bupati.

“Namun apabila memang nanti Golkar mengusung dan meminta saya maju dalam Pilbup mendatang, maka saya akan siap. Sebab semua keputusan ada di DPP, apakah akan meminta kader yang akan maju atau memang mengusung yang berasal dari luar kader Golkar. Intinya kita sebagai kader Golkar ini selalu siap mendukung dan melakukan apapun perintah dari DPP,” bebernya.

Ketua Komisi I DPRD, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Perindo dan selaku presidium pemekaran Kabupaten Benteng, Arsyad Hamzah, SE menjelaskan, DPP Perindo pasti akan memperjuangkan agar kader Perindo bisa maju dalam Pilbup mendatang. Namun memang tetap dan sesuai dengan harapan dan keinginan dari masyarakat Kabupaten Benteng.

“Apabila memang masyarakat Benteng tidak menginginkan kader Perindo maju, maka Perindo akan menerima dan siap mendukung kader dari luar Partai Perindo. Namun apabila memang saya kembali didukung dan diminta oleh masyarakat untuk maju dalam Pilbup 2024 mendatang, maka saya akan siap maju nantinya. Tetapi apabila masyarakat tidak mendukung, maka saya akan mendukung yang menjadi pilihan masyarakat Benteng tersebut,” katanya

Komisioner KPU Benteng, Nora Agustin, SE menjelaskan, pada saat ini untuk pelaksanaan Pilbup Benteng sudah dipastikan pada Pilkada serentak tahun 2024 mendatang. Akan tetapi mengenai tanggal dan bulannya, hingga saat ini belum diputuskan atau belum diketok palu. Sebab ada perbedaan antara KPU RI dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Sebab apabila sesuai rancangan tahapan yang sudah dibuat KPU RI, Pemilu dilaksanakan bulan Februari 2024 mendatang. Kemudian untuk Pilkada Gubernur dan Bupati/Walikota dilaksanakan pada bulan November 2024. Kemudian Kemendagri mengusulkan kepada KPU RI, agar pelaksanaan pemilu diundur pada bulan Mei 2024 dan Pilkadanya diundur bulan Februari 2025,” jelasnya.

Namun KPU RI memikirkan kekosongan jabatan kepala daerah yang terlalu lama, apabila Pilkada dilaksanakan pada bulan Februari 2025. Karena inilah mengapa hingga saat ini belum ada keputusan pasti dan masih menunggu keputusan pastinya. Apabila nanti keputusannya tetap menggunakan jadwal yang sudah dirancang KPU RI maka semua tahapan yang ada sudah ada.

“Kalau jadwal tidak ada pengunduran, maka Februari 2022 mendatang tahapan rekrutmen tenaga pembantu sudah dilakukan oleh KPU RI. Namun apabila diundur, maka tahapan juga akan diundur. Pada saat ini memang semuanya belum pasti semua, sebab belum ada ketok palu. Apabila nanti semuanya sudah pasti, maka semua tahapan akan jelas kapan mulai dilaksanakan,” ujar Nora

Senada disampaikan Komisioner KPU Provinsi Bengkulu Divisi Hukum dan Pengawasan, Eko Sugianto. Pelaksanaan Pilkada serentak dilaksanakan pada tahun 2024. Ini diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU Pilkada.

“Sejauh ini masih seperti pada Pilgub kemarin. Terakhir itu regulasi di UU nomor 10 tahun 2016. Dan direvisi lagi untuk Covid-19. Payung hukumnya masih berasal dari situ ya. Untuk Pilwakot dan kada kabupaten lainnya. Kan nanti serempak. Kita tunggu regulasi nanti seperti apa,” kata Eko. (jee/war)

Berita Lainnya

Ayah Ini Tega Garap Anak Tiri hingga Hamil 6 Bulan

BENGKULU, rakyatbengkulu.com- Seorang ayah tiri, SE (44) warga Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu diamankan Unit …

%d blogger menyukai ini: