Minggu , 28 November 2021
BANNER


BANNER


BANNER


BANNER


BANNER
Home / KESEHATAN / 370 Warga Bengkulu Terjangkit DBD, Terbanyak di Lebong

370 Warga Bengkulu Terjangkit DBD, Terbanyak di Lebong

Herwan Antoni

 

BENGKULU, rakyatbengkulu.com- Sejak Januari hingga saat ini tercatat ada 370 Warga Bengkulu Terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus DBD ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengimbau agar kebersihan lingkungan terus digalakkan.

Apalagi, saat ini Provinsi Bengkulu dalam masa curah hujan yang cukup tinggi. “Penyakit menular itu tentu selalu ada kejadian kasus. Misalnya DBD itukan berkaitan dengan musim, apalagi saat ini curah hujan tinggi. Tapi dalam batas yang terjadi Alhamdulilah tidak terjadi penambahan kasus dalam jumlah yang tinggi,” kata Herwan.

Berdasarkan data dari Dinkes Provinsi Bengkulu, diketahui bahwa jumlah kasus terjangkit DBD paling banyak terjadi di Kabupaten Lebong, dengan 120 kasus. Disusul oleh Kota Bengkulu dengan 73 kasus. Sementara itu, kejadian kasus DBD paling sedikit ada di Kabupaten Seluma dengan 9 kasus.

“Kasusnya ada, namun tidak ada lonjakan kasus. Pada bulan akhir tahun dan awal tahun ini DBD mengalami peningkatan. Mudah-mudahan dengan pandemi Covid-19 ini, masyarakat kita sudah cukup tinggi antisipasi kejadian penyakit menular,” jelas Herwan.

Hal ini bukan tanpa alasan, lanjutnya, dikarenakan dengan Prokes dan penggunaan masker itu sebagai upaya pencegahan. Di samping tetap menjaga kebersihan lingkungan.

“Itu sangat penting, kalau dibandingkan sebelumnya itu malah terjadi penurunan. Biasanya siklus 3 tahunan itu terjadi, tapi Alhamdulillah saat ini terkendali, tidak terjadi peningkatan. Di nasional juga demikian termasuk di Bengkulu,” ingat Herwan.

Di sisi lain, Dirut Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu, dr. Lista Cherylviera menjelaskan ada beberapa gejala penyakit lain yang menyerupai DBD. Ia pun berpesan kepada masyarakat agar tidak salah kaprah dan tetap tenang dan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan.

“Perlu diperhatikan, hanya mungkin menyerupai gejala DBD seperti itu. Karena trombosit itu bisa turun pada saat orang kurang minum, atau panas tinggi,” pesannya.

Melihat kondisi saat ini, ia mengimbau saat musim hujan, masyarakat agar tetap melakukan gaya hidup bersih dan sehat. Juga melakukan gerakan 3 M. Ketika ada sampah yang berserakan dan memungkinkan untuk menampung air. Seperti ban bekas, benda cekungan, nah disitu kalau airnya tergenang. Yang biasanya menjadi tempat perindukan nyamuk. Sehingga nyamuk DBD itu berkembang biak.

“Ketika ada penyakit DBD positif, maka kita melaporkan ke Dinkes ya. Agar mereka bisa melakukan investigasi ke lapangan untuk memotong mata rantai. Agar nanti akan terjadi KLB (kejadian luar biasa,red),” tukasnya.(war)

Berita Lainnya

Insentif Vaksinator Cair, Insentif Nakes Tunggu Perbup

  KOTA MANNA –  Perbup tentang penyaluran insentif tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bengkulu Selatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: