Senin , 29 November 2021
BANNER


BANNER


BANNER


BANNER


BANNER
Home / Hiburan / ART Gelapkan Sertifikat Tanah

ART Gelapkan Sertifikat Tanah

Nirina Zubir

JAKARTA, rakyatbengkulu.com – Nasib malang menimpa keluarga besar aktris Nirina Zubir. Cut Indria Marzuki, almarhumah sang ibunda, menjadi korban mantan asisten rumah tangganya, Riri Khasmita.

Sebanyak enam sertifikat tanah kosong miliknya di daerah Jakarta Barat telah digelapkan dan diambil alih oleh Riri dan suaminya, Erdianto.

”Diam-diam membalikkan semua surat ter sebut atas nama dia dan suaminya. Atas na ma ibu saya ada tiga surat, atas nama saya sa tu, dan selebihnya atas nama kakak saya,” kata Nirina di Mapolda Metro Jaya.

Akibatnya, Nirina dan keluarga mengalami kehilangan besar yang nominalnya mencapai lebih dari Rp 17 miliar. Pemain film Paranoia itu menjelaskan kronologi awal mula kasus tersebut.

Pada 2017 sang ibunda mengadu telah kehilangan sejumlah surat tanah dan meminta Riri menyelesaikan masalah itu. Cut Indria percaya karena Riri telah bekerja bersamanya selama belasan tahun.

Sampai akhirnya sang ibunda meninggal pada 2019, masalah sertifikat tersebut tidak terselesaikan. Alih-alih diurus, rupanya kepercayaan keluarga Nirina justru disalahgunakan.

Empat sertifikat itu digadaikan Riri dan Erdianto ke bank. Sedangkan sisanya dijual dan hasilnya digunakan untuk memenuhi keperluan serta keinginan Riri dan Erdianto.

Mulai untuk membeli mobil baru, jalan-jalan ke luar negeri, menyekolahkan adiknya di luar negeri, hingga membuka bisnis ayam frozen yang kini telah memiliki lima cabang. Hal tersebut jelas membuat Nirina dan keluarga sakit hati dan naik pitam.

”Karena ibu saya orang sederhana sekali dan belum pernah menikmati uangnya. Saya tahu ibu saya meninggalnya nggak tenang,” ungkap dia.

Nirina telah melaporkan perkara tersebut ke Polda Metro Jaya pada Juni lalu. Dalam aksinya, Riri dan Erdianto dibantu tiga notaris PPAT Jakarta Barat. Polisi juga telah menetapkan lima orang tersangka yang diduga sebagai pelaku sindikat mafia tanah itu.

Tiga di antaranya, yakni Riri, Erdianto, dan Farida, telah ditahan sejak 13 November. Sementara Ina Rosaina dan Erwin Riduan masih dalam proses pemeriksaan sebagai tersangka.

”Saya pengin diusut semua seadil-adilnya, setuntastuntasnya, seberat-beratnya agar keluarga kami bisa tenang,” tegas Nirina.(shf/c9/ayi)

Berita Lainnya

Poktan “Berutang” 650 Ekor Sapi

MUKOMUKO – Ratusan ekor sapi bantuan kini masih menjadi utang 80 kelompok tani (Poktan) Kabupaten …

%d blogger menyukai ini: