Senin , 29 November 2021
BANNER


BANNER


BANNER


BANNER


BANNER
Home / Berita Utama / Data dan Fakta Terbakarnya New Khatulistiwa 

Data dan Fakta Terbakarnya New Khatulistiwa 

Khatulistiwa
Kobaran api di bangunan khatulistiwa membuat 4 nyawa penghuninya tewas. Foto: Febi rb.com

 

rakyatbengkulu.com – Kebakaran hebat pada bangunan Ruko New Khatulistiwa, Selasa (23/11) pagi menjadi perhatian luas warga Kota Bengkulu.

Hingga 11 armada Pemadam Kebakaran benar – benar, menetralisir kobaran api sekitar pukul 11.30 WIB.

BACA JUGA: Ibu dan 2 Anak Meninggal Terjebak Kebakaran Khatulistiwa, Ini Kronologi

Suara bising hilir – mudik mobil PBK dan ambulans menuju lokasi, kerap terdengar.

Berikut sederet data dan fakta berhasil dihimpun rakyatbengkulu.com dari terbakarnya bangunan, yang sudah familiar bagi warga kota Bengkulu tersebut. (**/red)

Nama Bangunan : New Khatulistiwa

Kondisi bangunan: – Ruko Berlantai Empat

– Akses keluar tak ada

Alamat. : Jalan KZ. Abidin 1 Kota Bengkulu no 24

Saat terbakar Dihuni : 5 orang

Korban Meninggal: – Yenni (38), ibu

– Brenden (6), anak

– Vannesa (8), anak

– Eka (26), pengasuh

Korban Selamat. : Anton (40), Ayah

BACA JUGA: 4 Korban Meninggal, Ada Anak-anak Ikut Terjebak di Lantai 3 Khatulistiwa

Korban Meninggal: – Ditemukan di lantai 3

– Tiga korban (Ibu dan anak) dalam posisi berpelukan, sekitar 5 meter dari bagian depan lantai 3

– 1 korban (pengasuh), dalam posisi yang tidak berjauhan.

– Ditemukan dalam kondisi sudah tak bisa dikenali lagi.

Evakuasi: – Petugas gabungan Pemadam Kebakaran, BPBD, Basarnas dan relawan

– 11 unit armada dikerahkan

– 4 petugas mengalami cidera saat proses evakuasi

Titik Api: – Lantai 1

Keterangan saksi: Kepulan asap mulai terlihat pukul 05.45 WIB.

Kobaran api bisa dikuasai: pukul 11.30 WIB.

Penyebab: Dugaan sementara pihak kepolisian korsleting

Simak Video Berita 

 

Berita Lainnya

Makin Susah Beli Pertalite dan Solar

Pihak SPBU Klaim Stok Masih Aman BENGKULU, rakyatbengkulu.com – Untuk kesekiankalinya, masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: