Senin , 29 November 2021
BANNER


BANNER


BANNER


BANNER


BANNER
Home / Uncategorized / pendidikan / HGN Digelar di Sekolah Terpencil

HGN Digelar di Sekolah Terpencil

Kebersamaan Bupati Mukomuko dan Ketua TP PKK Mukomuko dengan guru dan siswa dalam momen peringatan HGN. (Foto: Ist/RB)

MUKOMUKO, rakyatbengkulu.com – Untuk pertama kalinya, peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tingkat Kabupaten Mukomuko digelar di sekolah yang letaknya di daerah terpencil. Jika hujan, membutuhkan perjuangan yang tidak mudah untuk bisa sampai ke sekolah tersebut.

Lokasi upacara peringatan HGN tahun 2021 di Kabupaten Mukomuko digelar di Kelas Jauh SDN 14 Penarik. Berada di wilayah Sei Jerinjing Estate PT. Agro Muko Kecamatan Penarik. Beruntung, Kamis (25/11), cuaca cukup mendukung sehingga sejumlah tamu undangan, para kepala sekolah dan guru yang ikut serta upacara dapat hadir.

Bupati Mukomuko H. Sapuan, SE, MM, Ak, CA, CPA langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mukomuko, Ny. Hj. T. Nurliyana Habsjah Sapuan, SE, M.Pd, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Mukomuko, Rasita, S.Pd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Mukomuko, Jasni Bahari, S.Pd dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mukomuko, Drs. H. Ruslan, M.Pd.

“Tidak seluruhnya kita undang, terutama dari guru maupun kepala sekolah. Karena masih situasi pandemi Covid-19, jadi kita terbatas peserta yang hadir,” kata Ketua Rasita.

Rasita menjelaskan, peringatan HGN HUT ke-76 PGRI sengaja digelar di salah satu sekolah yang lokasinya terpencil. Supaya sama-sama tahu bagaimana perjuangan sebagian guru yang bertugas di daerah yang aksesnya butuh usaha yang tidak mudah. Selain itu, untuk memberikan dukungan moril pada guru-guru yang bertugas di wilayah yang sulit dijangkau.

“Kita ingin mengajak guru berbagi rasa, bagaimana susahnya para guru yang bertugas di daerah pedalaman. Dengan akses jalan yang sulit, dan tidak mulus. Kita juga ingin mensupport guru yang bertugas di daerah pinggiran atau dalam,” sampai Rasita.

Dalam momen itu, seluruh petugas upacara dari kalangan guru. Kemudian usai upacara, ditampilkan sejumlah keterampilan siswa. Dilanjutkan dengan penyerahan sejumlah hadiah. “Di antaranya, kita melaksanakan Lomba Best Practice, Lomba Lagu Mars PGRI, Lomba Guru Mengajar Daerah Khusus, Lomba Micro Teaching Campionship, Lomba Foto Guru Mengajar Berburu Like dan Lomba Baca Puisi Untuk Siswa. Selain itu, kami juga melaksanakan pelatihan peningkatan mutu guru,” jelas Rasita.(hue)

Berita Lainnya

166 Siswa Putus Sekolah

Lama Belajar Daring, Anak Kehilangan Gairah BENGKULU – Selama pandemi Covid-19, tercatat 166 pelajar di …

%d blogger menyukai ini: