Senin , 29 November 2021
BANNER


BANNER


BANNER


BANNER


BANNER
Home / Bengkulu Raya / Makin Susah Beli Pertalite dan Solar

Makin Susah Beli Pertalite dan Solar

Masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite maupun solar. AMBA/RBOnline

Pihak SPBU Klaim Stok Masih Aman

BENGKULU, rakyatbengkulu.com – Untuk kesekiankalinya, masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite maupun solar.

Hal ini dikarenakan seluruh BBM jenis Pertalite kehabisan stok. Pantauan RB kemarin, seluruh SPBU di Kota Bengkulu kehabisan stok Pertalite dan Solar.

Kondisi itu terjadi dari kemarin pagi hingga tadi malam. Hal itu menyebabkan terjadinya antrean panjang di sekitar SPBU. Sejumlah warga yang mengantre terlihat sangat kesal, bahkan beberapa diantara mereka ada yang membunyikan klakson berulang kali untuk meluapkan kekesalan lantaran tidak mendapatkan BBM.

BACA JUGA: Armada Rusak, Stok Pertalite Sering Kosong

Menariknya meski warga kesulitan mendapatkan Pertalite dan Solar, namun pengawas SPBU KM 6,5, Dias mengklaim bahwa tidak ada kelangkaan stok. Menurutnya, sore kemarin stok Pertalite dan Solar sudah masuk. Namun menjelang Maghrib, stok tersebut sudah ludes.

“Saya tidak tahu apa penyebabnya sampai banyak antrean. Sebab hari ini (kemarin, red) masih normal. Pengiriman 16 ton, rinciannya pagi masuk 8 ton dan sore masuk 8 ton. Namun sekarang sudah habis,” ujar Dias saat diwawancara tadi malam.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, meminta agar Pemprov Bengkulu harus melakukan peninjauan ke lapangan. Untuk, menekan jumlah antrean kendaraan industri di SPBU umum tersebut.

“Menurut saya ini mesti ada peninjauan lapangan, dari dinas terkait, dan pihak Pertamina. Apa penyebab terjadinya antrean ini,” kata Dempo, kemarin.

Diakuinya, berdasarkan pantauan timnya didapati beberapa hari ini hampir di semua SPBU itu terjadi antrean panjang. Terutama untuk solar, yang antre itu didominasi bukan mobil masyarakat umum.

Tapi kebanyakan lebih kepada kendaraan industri. Misalnya truk, tronton yang itu untuk angkutan batubara, barang industri.

Kontrol d

“Saya melihat pertama, soal kuota minyak yang tidak stabil, belum memenuhi standar kebutuhan masyarakat Bengkulu. Karena saat ini juga jumlah kendaraan meningkat. Premium apalagi, sejak dulu memang kosong. Solar, ini memang mengganggu antrean, dan yang mengantre ini adalah mobil industri,” imbuhnya.

BACA JUGA: Anggota DPRD Seluma Diperiksa Polisi

Untuk itu,ia meminta Pemda menerjunkan satpol PP disetiap SPBU. Untuk melakukan kontrol agar jangan ada lagi mobil industri, mengisi di SPBU umum. Karena sudah ada regulasi yang mengatur bahwa mobil industri atau angkutan meski mengisi di SPBU industri.

“Di kota ini saya melihat, rata rata yang antre truk truk angkutan antrean panjang, itu menganggu lalulintas juga kan. Dan m e mb a haya k a n , b a g i pengendara, khususnya pengendara bermotor. Karena antrean panjang ini rata rata panjang bahkan ada yang menutupi Arah belok, jalur yang berlawanan,” pinta Dempo.

Terpisah, Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri mengatakan salah satu penyebab mengularnya antrean di SPBU tersebut dikarenakan karena kebiasaan rutinitas masyarakat.

Sehingga untuk mengantisipasi antrian BBM diakhir tahun, yang didominasi kebiasaan banyak kendaraan yang pulang atau keluar Provinsi Bengkulu.

“Nanti kita nanti ada rapat khusus di forum untuk antisipasi ini dalam persiapan jelang Nataru. Misalnya nanti akan membahas persiapan natal, dan tahun baru. Termasuk pembahasan untuk kesiapan ketersediaan kita untuk di Bengkulu BBM,” papar Hamka.

BACA JUGA: Begal Depan Kantor Gub

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai stok BBM untuk Provinsi Bengkulu, ia memastikan saat stok masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun nanti.

“Untuk sejauh ini, persediaan kita masih cukup. Insya Allah mudah mudahan sampai akhir tahun,” tukasnya. (cw1/war)

Berita Lainnya

Periksa Semua Pemilik E-Warung

MUKOMUKO – Guna mendalami dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) …

%d blogger menyukai ini: