Senin , 24 Januari 2022
Home / News Update / Serapan DAK Fisik, Lambat di Awal Kencang di Akhir

Serapan DAK Fisik, Lambat di Awal Kencang di Akhir

Trotoar
Proyek trotoar di Jalan DP Negara. Foto: rb

BENGKULU, rakyatbengkulu.com – Berdasarkan data Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, untuk serapan DAK fisik hingga Desember 2021 lalu mencapai Rp 982,2 miliar, atau 95 persen dari pagu Rp 1.0364 miliar

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Syarwan menjelaskan melihat dari dua tahun ini menghadapi pandemi Covid-19, sehingga juga berdampak pada realisasi dari penyerapan anggaran.

BACA JUGA: Pascadiberitakan, Trotoar Mendadak Diperbaiki

Khususnya di penyerapan anggaran DAK fisik.

Di mana pergerakan pada bulan-bulan awal tahun cenderung melambat, namun menuju akhir tahun tampak dikebut.

“Bisa dibuat untuk kegiatan satu tahun sesudahnya dari Januari hingga Desember, untuk menjadi alat bantu untuk mengukur kegiatan kegiatan kita. Agar benar-benar tahu apa yang akan dikerjakan per bulannya,” saran Syarwan saat dikonfirmasi oleh rakyatbengkulu.com.

Dijelaskannya, untuk serapan anggaran DAK fisik hingga kini dari Pemprov Bengkulu dan 10 Pemda Kabupaten/Kota hingga akhir Desember, rata-rata sudah di atas 95 persen.

Pergerakan serapan anggaran mulai mengalami peningkatan, dalam hitungan beberapa bulan menuju Desember.

Hal ini, hampir merata di masing-masing Pemda. Baik untuk Pemda provinsi maupun kabupaten kota.

“Ini kan bisa diikuti dengan eksekusi anggaran. Sehingga di tahun 2022 tidak terjadi penumpukan seperti tahun 2021,” imbuhnya.

BACA JUGA: Segera Lelang Paket di Awal Tahun

Jumlah DAK Fisik tahun 2021 mengalami peningkatan dari tahun 2020 lalu. Dimana tahun 2020 lalu Bengkulu hanya mendapat jatah DAK fisik sebesar Rp 1,018 triliun saja.

Sehingga jatah DAK Fisik tahun ini bertambah Rp 28 miliar jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Untuk serapannya, juga hampir serupa dimana masih di angka 95 persen dari pagu yang dialokasikan.

“Yang jelas membuat APBD dan APBN itu, saya berharap teman teman pemda dan vertikal, agar segera melakukan perbaikan, belajar dari 2021.

Misalkan untuk DIPA itu diteliti kembali, sehingga dapat dipastikan rencananya itu sudah matang juga,” pesannya.

Menurutnya, perlu percepatan untuk pelaksanaan kegiatan DAK Fisik sehingga penyaluran DAK Fisik dapat diajukan oleh Pemda dengan lebih cepat.

Hal ini mengingat DAK Fisik memberikan efek pengganda yang besar antara lain melalui penciptaan lapangan kerja, penggerakan usaha pendukung, dan sebagainya.

BACA JUGA: Modal Rp 2,7  Miliar, PT Bimex Gandeng Perbankan

“Kita dua tahun ini pandemi. Yang membuat masyarakat itu tidak bisa beraktivitas, sehingga pertumbuhan ekonomi itu terhambat,” jelasnya.

Ditambahkan, Kepala Seksi Bidang PPA II Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Haerul Anwar bahwa memasuki akhir tahun 2021, jumlah DAK fisik paling banyak nominalnya dialokasikan pada sektor sanitasi, air minum, dan pendidikan.

Ini diketahui dari data Kinerja APBN dan TKDD pada triwulan lalu.

Dari 11 Bidang DAK Fisik di Provinsi Bengkulu, berdasarkan jumlah penyalurannya, bidang terbesar adalah Pendidikan yang telah disalurkan sebesar Rp 400,1 miliar.

“Sedangkan bidang sanitasi menjadi bidang dengan persentase penyaluran terbesar,” sampainya.

Dijelaskannya, untuk penyaluran DAK Fisik Bidang Sanitasi dengan pagu Rp 32,6 miliar. Sedangkan untuk transportasi pedesaan memiliki pagu Rp 10,7 miliar.

Kemudian, di bidang Jalan memiliki pagu Rp 148,9 miliar. Lalu, untuk bidang air minum memiliki Pagu sebesar Rp 50,4 miliar.

Kemudian, untuk Perumahan dan Permukiman memiliki Pagu Rp 7,7 miliar. Kelautan dan Perikanan memiliki pagu Rp 17,1 miliar.

Sementara itu, bidang irigasi memiliki pagu Rp 52,2 miliar. Bidang Pendidikan memiliki pagu Rp 415,8 miliar.

Bidang Industri Kecil dan Menengah memiliki pagu Rp 14 miliar. Bidang Kesehatan dan Keluarga Berencana dengan pagu Rp 272,5 miliar.

Sedangkan untuk bidang pertanian memiliki pagu Rp 14 miliar.

BACA JUGA: Lima Lahan Perusahaan Terbengkalai, Pemprov Kaji Secara Komprehensif 

Sehingga total keseluruhan, untuk pagu mencapai Rp 1.036.391.188.000 sementara untuk realisasi Rp 982,152 miliar atau 94,8 persen. (war)

Simak Video Berita 

Berita Lainnya

Kebun Apel Sindang Dataran Mampu Panen Hingga 1 Ton

  SINDANG DATARAN, rakyatbengkulu.com – Tidak hanya potensi kopi dan aren, wilayah Kecamatan Sindang Dataran …

%d blogger menyukai ini: