Senin , 24 Januari 2022
Home / Metropolis / Di Luar Rp 200 Ribu, Dalam Rp 50 Ribu

Di Luar Rp 200 Ribu, Dalam Rp 50 Ribu

pasar
Badan Jalan Belimbing Kelurahan Panorama digunakan pedagang untuk berjualan.

 

BENGKULU, rakyatbengkulu.com – Wajar saja pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Panorama tetap bertahan berjualan di pinggir jalan di sekitar pasar. Sebab berdagang di luar lokasi pasar, lebih menguntungkan.

Salah seorang pedagang sayur yang berjualan di pinggir jalan Semangka Raya, dekat Pasar Panorama, Era (40) mengatakan, dalam sehari jika berjualan di pinggir jalan bisa mendapatkan Rp 200 ribu.

Dia pernah mencoba berjualan di dalam pasar Panorama, hanya mendapatkan Rp 50 ribu sehari.

BACA JUGA: Ayam Potong Semakin Mahal

“Kalau di dalamkan (Berjualan di dalam pasar, red) orang susah (Menjangkau tempat berdagang, red), mau beli tomat Rp 2 ribu  saja harus bayar parkir Rp 2 ribu juga,” ucapnya.

Sudah hampir satu tahun ini dia bersama pedagang lainnya berjualan di luar pasar. Awalnya mereka berjualan di dalam pasar, namun saat Covid-19 mewabah ada anjuran dari pemerintah untuk melakukan jaga jarak, maka mereka memilih berdagang di luar pasar.

“Jadi kami pindah ke depan sini,” ujarnya.

Dibandingkan dengan berjualan di dalam pasar, mereka lebih senang berjualan di luar  karena lebih ramai dan juga pembeli lebih mudah untuk membeli barang dagangan mereka.

Tidak hanya di dalam pasar, berjualan di luar pasar pun mereka juga harus membayar uang kebersihan dan uang keamanan.

Dia berharap pemerintah tidak mengusir mereka. Jika ingin menertibkan, dia meminta pemerintah menyiapkan fasilitas untuk mereka berjualan tidak jauh dari jalan raya.

“Kami berjualan di sini cuma untuk mencari makan bukan untuk memperkaya diri,” tuntas Era.

BACA JUGA: Kuras Rp 1,3 Miliar, Pasar Barukoto Telantar

Bayar Retribusi

Sementara itu, pedagang sayur lainnya, Apriyanti (38) menceritakan, dia baru berjualan di pinggir jalan. Berjualan di luar pasar ini juga membayar retribusi.

Seperti uang kerbersihan Rp 2 ribu per hari yang dibayarkan ke petugas retribusi lengkap dengan karcisnya.

Kemudian uang lapak lahan parkir yang dijadikan lapak berdagang) dan uang lampu Rp 10 ribu per hari yang dibayar ke petugas parkir. Sehari harus mengeluarkan Rp 12 ribu.

“Sehari bisa mendapatkan Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu,” katanya. (cw2)

Simak Video Berita 

Berita Lainnya

Investasi Bodong, 22 Korban Rugi Rp 1,2 Miliar

  BENGKULU, rakyatbengkulu.com – Dugaan penipuan dengan modus investasi kembali terjadi di Provinsi Bengkulu. Alih-alih mendapatkan …

%d blogger menyukai ini: