Senin , 24 Januari 2022
Home / Metropolis / Halte Bus Trans Rafflesia Banyak Rusak

Halte Bus Trans Rafflesia Banyak Rusak

Salah satu halte BRT Trans Raffl esia Bengkulu yang mengalami kerusakan. FOTO: LUBIS/RBOnline

BENGKULU, rakyatbengkulu.com – Sudah tiga tahun ini tepatnya dari tahun 2019, bus Trans Rafflesia atau BRT tidak bisa dioperasikan lagi.

Selain karena anggaran juga karena wabah pandemi Covid19. Hal itu membuat banyak halte bus mengalami kerusakan. Bahkan dari 26 halte yang ada, dua diantaranya hilang diduga dicuri.

BACA JUGA: Residivis Curat Kembali Berulah, Dibekuk di Bengkulu Selatan

Pantauan RB sejumlah halte BRT yang rusak tersebut berada di koridor I, mulai dari Jalan Jenggalu sampai ke Sungai Hitam. Kerusakannya beragam, mulai lantai jebol, besi berkarat, atap jebol bahkan ada yang hanya tersisa lantainya saja.

Sampai kini belum diketahui kapan BRT ini akan dioperasikan kembali. Terkait hal ini, Kasi Angkutan Dinas Perhubungan Provinsi Eti Yuniarti tak menampik ada halte yang hilang tersebut.

“Seluruh halte BRT Trans Rafflesia Bengkulu berjumlah 26 halte, laporan terakhir ada 2 halte yang telah hilang bangkainya entah ke mana,” jelasnya.

BACA JUGA: Jenazah Sopir Tronton Dibawa ke Daerah Asal, Kernet Membaik

Sementara itu, saat ini 10 unit BRR masih terparkir di belakang kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu. Ke  10 unit bus itu dalam kondisi baik. Hanya saja, untuk saat ini, delapan diantaranya akinya dicopot agar mesinnya tetap awet, mengingat 8 bus tersebut tidak pernah digunakan.

Sementara dua bus lainnya tetap disiagakan untuk mengangkut tamu pemerintah apabila datang ke Bengkulu ataupun bila ada yang ingin meminjamnya.

Biaya Rp 27 Juta/Bulan

          “Yang 8 bus itu akinya sengaja kita copot biar mesinnya terawat. Hanya 2 unit yang akinya masih kita pasang,” jelasnya. Ditambahkan Eti, biaya opersional BRT ini cukup besar. Yakni Rp 270 juta perbulannya untuk 10 unit.

“Untuk kembali mengoperasikan BRT Trans Rafflesia Bengkulu kita membutuhkan anggaran yang cukup mahal, jika satu unit BRT memerlukan biaya Rp 27 Juta perbulan tentu untuk 10 unit akan memerlukan Rp. 270 juta/bulan,” demikian Eti.

Terpisah, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Sepragusri menjelaskan bahwa Dishub Provinsi dan Pemprov saat ini masih mencari formula baru untuk pengoperasian kembali BRT Trans Rafflesia Bengkulu.

“Harapannya BRT ini dapat beroperasi kembali, tetapi untuk saat ini kami sedang mencari formula baru, formula yang tidak terlalu memberatkan Pemda dalam anggaran dan dapat membantu masyarakat dalam transportasi, serta kami akan mecoba mencari tahu dulu bagaimana jejak pendapat masyarakat tentang BRT Trans Rafflesia ini,” jelasnya. (cw4)

Simak Video Berita

 

 

 

 

 

Berita Lainnya

Waiting List Haji Hingga 19 Tahun

BENGKULU, rakyatbengkulu.com – Berkenaan dengan wacana pemberangkatan haji di tahun ini, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) …

%d blogger menyukai ini: