Sabtu , 28 Mei 2022
Home / News Update / Harga Anjlok, Toke Tolak TBS Petani

Harga Anjlok, Toke Tolak TBS Petani

sawit
Truk pengangkut sawit. Foto: dok rb

 

SELUMA, rakyatbengkulu.com – Sejak kebijakan pemerintah melarang ekspor minyak CPO ke luar negeri menjelang lebaran dan sesudah lebaran untuk menstabilkan harga minyak goreng, malah berdampak pada persoalan harga tandan buah segar (TBS) sawit turun dratis.

Sementara harga minyak goreng, masih mahal di pasaran. Persoalan TBS sawit di Kabupaten Seluma sendiri, saat ini mulai dari harga anjlok mencapai Rp 1.000 perkilogram sejak menjelang lebaran.

Padahal sebelumnya, mulai Maret 2022 harga TBS mencapai Rp 3.000 per Kg.

BACA JUGA: Lahan Bersengketa, 40 Petani di Mukomuko Ditangkap Saat Panen Sawit

Kemudian persoalan baru, saat ini muncul karena hampir seluruh toke sawit di Kabupaten Seluma menolak membeli TBS sawit dari petani. Mereka beralasan kondisi harga tidak stabil, dikhawatirkan akan merugi besar ketika membeli sawit dengan jumlah banyak.

Selain itu, saat ini hampir seluruh pabrik CPO di Kabupaten Seluma membatasi pembelian. Alasannya,  mesin boiler rusak, panel listrik terbakar dan lain sebagainya.

“Untuk sementara tutup dulu menerima buah sawit, sampai waktu yang belum ditentukan.

Karena banyak pabrik CPO yang alasan mesinnya rusak jadi belum bisa beroperasi,” kata salah seorang toke sawit di kecamatan Seluma Nizon.

BACA JUGA: Gubernur Bengkulu Beri Sanksi Jika Pabrik CPO Turunkan Harga TBS Sawit

Selain itu, salah satu toke sawit di Kelurahan Talang Saling Herwan Saleh menilai harga cenderung dimonopoli pihak pabrik CPO.

 

Aniaya Petani

Ini disebabkan,  tidak ada satupun pabrik CPO di Kabupaten Seluma yang menuruti keinginan pemerintah, seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bengkulu No. 512/765/DPTHP/2022 yang mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 1 Tahun 2018.

Dalam SE Gubernur Bengkulu tersebut telah menginstruksikan, setiap pabrik CPO menerima TBS kelapa sawit dari petani dengan harga terendah Rp 2.986,24- dan tertinggi Rp. 3.914,62. “Ini para petani sedang dianiaya oleh pabrik, pengusaha sawit dan pemerintah yang tidak berdaya.

Macam – macamlah alasan pabrik, yang rusaklah dan lainnya. Padahal harga minyak CPO saat ini sedang meroket tinggi, masa harga CPO tinggi minyak sawit rakyat tidak bisa dijual,” terang Herwan.

BACA JUGA: Galeri Foto Penutupan Bimtek SPP-TIK Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Data terhimpun harga TBS sawit dari empat pabrik CPO yang ada di wilayah Kabupaten Seluma, PTPN VII Pring Baru Rp 1.800 perkilogram.

PT. Bengkulu Sawit Lestari (BSL) II Rp 1.850 perkilogram.

Baca Selanjutnya>>>

Berita Lainnya

Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, Mahfud MD Tuliskan Ini

Mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif meninggal dunia. Diketahui tokoh nasional tersebut menghembuskan nafas terakhir, Jumat, 27 Mei 2022. Sekitar pukul 10.15 WIB.