Jumat , 27 Mei 2022
Home / Metropolis / Tranformasi Layanan Berbasis Inklusi Sosial Dikembangkan ke Seluruh Perpustakaan

Tranformasi Layanan Berbasis Inklusi Sosial Dikembangkan ke Seluruh Perpustakaan

Perwakilan Perpustakaan Nasional, Nilawati bersama Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi.

BENGKULU, rakyatbengkulu.com – Layanan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ditargetkan akan dikembangkan di seluruh perpustakaan. Hal ini disampaikan Nilawati, S.Sos, M.Si, perwakilan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang hadir di penutupan bimtek program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Bengkulu, Jumat (13/5).

Nilawati menjelaskan, demi mendukung tercapainya program tersebut, Perpusnas mengadakan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi 96 desa, 168 kabupaten/kota dari 34 provinsi penerima manfaat. Pelaksanaan Bimtek secara simultan bergantian mulai tanggal 28 April – 21 Mei 2022 di 32 lokasi.

Perpusnas RI saat ini tengah didorong menjadi pelopor gerakan literasi untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat.  Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberikan dukungan dengan meluncurkan program Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019, dan menjadikan tema “Literasi Untuk Kesejahteraan” sebagai salah satu kegiatan Prioritas Nasional pembangunan manusia.

Maka, salah satu upaya penting adalah mengubah paradigma perpustakaan dari gudang buku menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi.

Transformasi perpustakaan memiliki peran signifikan meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga mereka mampu mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Peran perpustakaan harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat.

“Selain menyediakan sumber-sumber bacaan informasi dan pengetahuan, perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat,” jelas Nilawati.

Menurutnya, Bimtek bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum di daerah tentang strategi pengembangan perpustakaan umum berbasis inklusi sosial dengan memberdayakan teknologi informasi.

“Dengan pembekalan yang diberikan melalui Bimtek SPP TIK ini diharapkan dapat membantu memingkatkan SDM pengelola perpustakaan sehingga mendorong tercapainya tujuan Program Transfomasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang berkontribusi dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat,” terang Nilawati.

Ditambahkan Nelawati, perpustakaan daerah harus menjemput bola kebutuhan dalam pengembangan perpustakaan yang ada di daerah dan desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, H. Meri Sasdi, M.Pd mengatakan mengupayakan dan realisasi dengan target Satu Desa, Satu Perpustakaan .

“Kita harapkan kepada peserta yang telah mengikuti bimtek untuk menerapkan tranformasi pelayanan di perpustakaan yang ada dan jika belum ada maka diupayakan bentuk perpustakaan,” pesan Meri Sasdi.

Pengembang program satu Desa satu perpustakaan sesuai dengan harapan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah yang diatur dalam peraturan Gubernur Nomor 30 tahun 2019. Tentang, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Provinsi Bengkulu.

“Dan kita juga pertegas, target kita satu desa satu perpustakaan sesuai dengan peraturan gubernur yang terus kita sosialisasikan,” tegas Meri Sasdi.(gik/prw)

Berita Lainnya

Handphone Teman Dijual di Forum Jual Beli, Dua Pemuda Diamankan

Dua sekawan berinisial JD (18) warga Kecamatan Teluk Segara dan PP (19) warga Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu diamankan Satreskrim Polres Bengkulu. Ini lantaran kedua pemuda tersebut sampai hati telah melakukan penggelapan satu unit handphone milik rekannya sendiri.

%d blogger menyukai ini: