Sabtu , 28 Mei 2022
Home / Bengkulu Raya / Tak Ada Permintaan, Belasan Ribu Ton CPO Mengendap

Tak Ada Permintaan, Belasan Ribu Ton CPO Mengendap

cpo
Hanya tampak beberapa truk CPO yang melintasi jalan di Kabupaten Mukomuko, kemarin (14/5). Sangat berbeda kondisinya saat sebelum adanya kebijakan larangan ekspor CPO. foto: dok rb

 

MUKOMUKO, rakyatbengkulucom – Setidaknya sekitar 16 ribu ton lebih crude palm oil (CPO) atau minyak mentah kelapa sawit mengendap di 10 pabrik kelapa sawit (PKS) di Kabupaten Mukomuko. Alasannya sama. Tidak adanya permintaan CPO.

Meskipun pihak PKS telah mengajukan penjualan CPO ke pembeli yang biasa menjadi penerima. Dalih pembeli, CPO tidak lagi bisa diekspor. Juga akibat dari belum stabilnya harga CPO di dalam negeri.

Mengendapnya CPO di sejumlah PKS di Mukomuko berujung pada kemampuan PKS membeli TBS kelapa sawit masyarakat. Bahkan PT. Sentosa Sejahtera Sejati hanya mampu membeli TBS untuk empat hari kedepan. Itu jika stok CPO yang ada di tangki penampungan mereka tidak kunjung terjual ke luar.

BACA JUGA: Harga Anjlok, Toke Tolak TBS Petani

 “Pada 12 Mei kemarin mereka menyatakan, kalau tidak terjual dalam enam hari ke depan, maka tangki penampungan CPO mereka penuh. Terpaksa berhenti sementara memproduksi CPO yang artinya berhenti pula pembelian TBS,” kata Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Apriansyah, ST, MT,  (14/5).

 Sedangkan PT. Usaha Sawit Mandiri, lanjut Apriansyah, tangki timbun mereka akan penuh dalam waktu lima hari ke depan. Lalu PT. Karya Sawitindo Mas, akan penuh dalam 10 hari ke depan. Sebab kapasitas tangki hanya 4 ribu ton, sudah terisi lebih dari 2.220 ton.

Sedangkan PKS PT. Sapta Sentosa Jaya Abadi tangki timbunnya akan penuh dalam 15 hari ke depan.

BACA JUGA: 117 Dimutasi, Ferry Nonjob Enam Pejabat

“Untuk PT. Surya Andalan Primatama, pada 10 Mei lalu sudah terisi 1.680 ton dari kapasitas tangki 3 ribu ton. Jadi hanya tersisa untuk menampung seribu ton lagi. Karena mereka tidak berani sampai full. Jadi hanya bisa mengisi maksimal 2.860 ton. Itu akan penuh dalam lima hari ke depan,” papar Apriansyah.

 Lalu PT. Mukomuko Indah Lestari mengaku hanya mampu bertahan untuk 12 hari ke depan. Sebab kapasitas tangki hanya 5 ribu ton. Serupa, PT. Karya Agro Sawitindo hanya bisa 10 hari ke depan. Sebab tangki sudah terisi 2.100 ton dari kapasitas 4.200 ton.

Daria Dharma Pratama Lubuk Bento, hanya menyisakan 1.600 ton lagi dari kapasitas tangki 4.800 ton. Sehingga informasinya, PKS ini terhitung 15-16 Mei tidak menerima TBS. Baru akan menerima TBS pada 17 Mei 2022.

 Berbeda dengan PKS PT. Daria Dharma Pratama Ipuh, masih mampu untuk 28 hari ke depan. Sebab tangkinya baru terisi 1.600 ton dari kapasitas 5.200 ton.

Baca Selanjutnya>>>

Berita Lainnya

Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, Mahfud MD Tuliskan Ini

Mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif meninggal dunia. Diketahui tokoh nasional tersebut menghembuskan nafas terakhir, Jumat, 27 Mei 2022. Sekitar pukul 10.15 WIB.