Kamis , 7 Juli 2022
Home / Madrasah / TAUSIYAH: Empat Ciri Peraih Fitrah

TAUSIYAH: Empat Ciri Peraih Fitrah

 Oleh Ustadz : H. Airin Rais S.Ag

Oleh Ustadz : H. Airin Rais S.Ag

SAAT ini kita berada di bulan Syawal 1443 H. Syawal artinya peningkatan dan peningkatan yang dimaksud adalah peningkatan Amaliah kita kepada Allah SWT karena kita baru saja ditempa dengan Ramadan.

Sebulan penuh kita berpuasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, semoga kita termasuk orang yang bertakwa dan memperoleh kemenangan kembali kepada kefirahan diri.

Dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 133-136 Allah SWT berfirman yang artinya : “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhan mu dan untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

Yaitu orang-orang yang berinfak baik diwaktu lapang maupun diwaktu sempit, dan orang – orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain.

Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzolimi diri sendiri ia segera mengingat Allah lalu memohon ampun atas dosa-dosanya dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain Allah.

Merekapun tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. Balasan bagi Meraka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal”.

Imam Ar-Razi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ada empat cirri ciri-ciri orang yang mendapatkan kefirahan diri setelah berhasil dalam peperangan melawan hawa nafsu di bulan Ramadan. Pertama, adalah orang yang gemar mengingatkan sebagian hartanya untuk orang lain yang membutuhkan.

Kedua, adalah orang yang mampu menahan amarah atau tidak emosional selalu berusaha untuk bersabar dalam segala keadaan. Ketiga, adalah orang yang tidak suka mencari masalah dengan orang lain dan yang paling penting adalah selalu memberikan maaf atas kesalahan orang lain kepadanya.

Dan yang ke empat adalah orang yang apabila melakukan dosa kepada Allah SWT dia segera beristighfar memohon ampun kepada Allah dan tidak mengulangi lagi untuk berbuat dosa. (iks)

Berita Lainnya

Perjaka, Program Kemanusiaan Iptu Nyarna untuk 66 Lansia

Keberadaan panti jompo yang telah merawat para lansia di usia senja mereka dengan sangat baik perlu adanya dukungan dan apresiasi.

%d blogger menyukai ini: