Jumat , 2 Desember 2022
Home / Hukum & kriminal / Kontraktor Laporkan Oknum ASN BPBD

Kontraktor Laporkan Oknum ASN BPBD

Nizarudin (69) warga Jalan Hibrida Raya Kelurahan Sidomulyo menceritakan kronologis penipuan yang dialaminya dengan modus dijanjikan proyek. FOTO: LUBIS/RB Online

 

Dijanjikan Proyek, Rp 75 Juta Melayang

BENGKULU, rakyabengkulu.com – Seorang kontraktor, Nizarudin (69) warga Jalan Hibrida Raya Kelurahan Sidomulyo, melaporkan oknum ASN di BPBD Provinsi Bengkulu inisial RN ke Diteskrimum Polda Bengkulu.

Nizarudin mengaku telah ditipu RN, lantaran dijanjikan proyek senilai total Rp 4,3 miliar yang ternyata fiktif. Sementara korban sudah memberikan uang Rp 75 juta.

Kepada rakyatbengkulu.com, korban menceritakan ia berkenalan dengan RN dari tahun 2015. “Saya kenal dengan RN sejak 2015 lalu, saat sama-sama mengerjakan proyek Diknas Provinsi Bengkulu,” ujar Nizar.

BACA JUGA: Tak Bayar Material Senilai Rp 54 Juta, Kontraktor Diamankan

Dugaan penipuan ini berawal, saat Nizar mendapatkan informasi ada proyek penanggulangan bencana alam jalan longsor di Kabupaten Bengkulu Tengah dengan nilai Rp 2,5 miliar. Serta penanggulangan bencana alam pembangunan tembok penahan tanah di Kelindang Susup Ujan Mas senilai Rp 1,8 miliar.

Proyek itu berada di BPBD Provinsi Bengkulu. Setelah mencari tahu, ternyata PPTK nya adalah RN yang merupakan teman lama korban. Selanjutnya pada Juni, korban menemui RN untuk membicarakan tentang proyek itu.

“Seminggu selang konfirmasi proyek, RN meminta saya menyetor uang untuk proyek tersebut, saat itu saya setor tunai sebesar Rp 45 juta,” terang Nizar.

Pada Juli 2020 RN memberitahu bahwa tender proyek dialihkan di tahun 2021. Hingga akhirnya pada Juli 2021 proyek tersebut diumumkan, dan Nizar kalah tender.

BACA JUGA: Karyawan Bengkel Dibekuk Bersama 6 Paket Sabu

Kaget, Nizar mencoba menemui RN, saat itu RN berdalih masih ada celah untuk memenangkan proyek yang telah diumumkan pemenangnya tersebut. “Saat itu RN berjanji akan mencari kelemahan pemenang tender, ia minta uang Rp 30 juta lagi untuk biaya pengurusannya,” sambung Nizar.

 

Sudah Dikerjakan

Hingga Agustus belum ada kejelasan dari RN. Tak puas akhirnya Nizar bersama rekannya Sujarno langsung mengecek ke lokasi proyek yang dijanjikan yakni di Bengkulu Tengah dan didapati bahwa proyek tersebut sudah dikerjakan.

“Saat saya cek, ternyata proyek tersebut sudah berjalan 30 persen dikerjakan oleh pemenang tender,” ungkap Nizar. Terkait hal itu, RN pun tak bisa berkelit lagi, ia pun berjanji akan mengembalikan uang Nizar sebesar Rp 75 juta.

“Ia janji akan mengembalikan uang kami setelah mendapatkan uang dari proyeknya di Kabupaten Kepahiang,” jelas Nizar.

Baca Selanjutnya>>>

Berita Lainnya

Perketat IMB, Antisipasi Dampak Bencana

TUBEI, rakyatbengkulu.com – Tingginya potensi bencana di Kabupaten Lebong tidak bisa dihindari mengingat kontur dan …