Minggu , 25 September 2022
Home / Bengkulu Raya / Curup Pos / Di Tingkat Petani, Cabai Merah sudah Rp 60 Ribu per Kg

Di Tingkat Petani, Cabai Merah sudah Rp 60 Ribu per Kg

Casratih (55) petani cabe Desa Pal 100 Kecamatan BUR saat memanen buah hijau sisa panen pokok di kebun miliknya. foto: Wanda/rbonline

 

BUR, rakyatbengkulu.com – Sejak beberapa hari belakangan, komoditi cabai kembali menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Pasalnya harga berbagai jenis cabai terus meningkat.

Harga yang terus naik ini diperkirakan karena stok cabai yang semakin menipis. Khususnya cabai petani lokal di Kabupaten RL. Karena saat ini sudah melewati masa panen puncak dan kebanyakan petani baru mau menanam lagi.

‘’Ini yang kita panen merupakan buah sisa panen pokok, karena harusnya pohon – pohon cabai ini sudah dicabut. Karena buah cabai sisa masih cukup banyak dan ada yang mau beli. Makanya kita biarkan serta hari ini mulai kita panen hijau,’’ kata Casratih (55) petani cabai Desa Pal 100 Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR) yang ditemui di kebunnya, Minggu (12/6).

BACA JUGA: Di Kota, Cabai Merah sudah Rp 100 Ribu

Untuk cabai hijau yang mereka petik kemarin dihargai Rp 15 ribu setiap kilogramnya dan sudah ada yang memesan.

Sedangkan untuk harga cabai keriting merah di tingkat petani mulai dari Rp 50 ribu, Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram. Kemudian untuk cabai rawit maupun cabai setan, harga di tingkat petani tidak jauh berbeda.

Mulai dari harga Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu/kilogram.

‘’Setiap tahun beginilah kondisi petani cabai seperti kami, kalau lagi panen dan stok melimpah, harga biasanya turun. Sedangkan kalau sudah lewat masa panen pokok biasanya mulai melonjak, karena stok di petani mulai menipis.

 

Stok di Gudang Menipis

Sebenarnya harga yang sesuai di tingkat penai untuk cabe merah kerting antara Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu/kilogram,’’ imbuh Casratih.

BACA JUGA: Cabai Merah Tembus Rp 100 Ribu

Sementara itu, Lusi (34) pedagang sayuran di Pasar Kaget kemarin menyebutkan, kenaikan harga cabai merah keriting memang sangat melonjak.

Dari awalnya masih di harga Rp 25 ribu/kilogram, meningkat menjadi Rp 40 ribu/kilogram hingga Rp 70 ribu/kilogram dan sekarang sudah menjadi Rp 100 ribu/kilogram di pasar.

‘’Salah satunya karena memang barang susah didapat dari gudang, karena stok menipis,’’ ucap Lusi. (dtk)

Simak Video Berita 

Berita Lainnya

PS Persiman Seleksi Pemain Lokal, Jelang Liga 3

  MANNA, RAKYATBENGKULU.COM  – PS Persiman bersiap menuju liga 3 regional Provinsi Bengkulu. Seleksi pemain mulai …

%d blogger menyukai ini: