Jumat , 3 Februari 2023
Home / Bengkulu Raya / Bengkulu Tengah / Knalpot Racing Disita, Lalu Dihancurkan

Knalpot Racing Disita, Lalu Dihancurkan

Knalpot racing yang disita dalam Operasi Patuh Nala dihancurkan.foto;dok rb

 

BENTENG, rakyatbengkulu.com – Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Patuh Nala Tahun 2022, Sat Lantas Polres Benteng telah melakukan penyitaan puluhan knalpot brong atau knalpot racing.

Knalpot yang tidak sesuai standar itu dihancurkan oleh petugas Sat Lantas. Selain itu total surat tilang yang sudah diterbitkan atau dikeluarkan oleh Sat Lantas selama operasi sebanyak delapan lembar.

Kapolres Benteng, AKBP. Ary Baroto, S.IK, MH melalui Kasat Lantas Polres Benteng, Iptu. Wiyanto, SH menjelaskan, semua pengendara yang masih menggunakan knalpot racing langsung dilakukan penindakan tegas dengan penyitaan knalpot.

BACA JUGA: Operasi Patuh Nala 2022, Giat Edukatif, Persuasif serta Humanis

Pihaknya tidak memberikan toleransi karena sebelumnya sudahdiimbau dan disosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak lagi menggunakan knalpot racing.

“Semua knalpot kita lepas, kita sita dan kemudian kita hancurkan. Tindakan tegas seperti ini sepertinya harus dilakukan agar ada efek jerah terhadap para pengendara dan tidak lagi menggunakan knalpot racing.

Sebab apabila tidak kita lakukan tindakan tegas seperti ini tidak didengar oleh masyarakat. Kemudian sejauh ini sudah delapan surat tilang yang diterbitkan dan diberikan kepada para pelanggan,” tegasnya, (14/6).

Pihaknya sangat fokus terhadap pengendara yang masih menggunakan knalpot racing dikarenakan sangat menganggu masyarakat. “Kemudian sosialisasi yang kami lakukan terhadap imbauan untuk tidak menggunakan knalpot racing selalu kami lakukan, baik di jalan raya hingga ke sekolah – sekolah.

Namun kenyataannya masih saja masyarakat yang bandel dan tidak mendengarkan imbauan kita tersebut,” bebernya.

BACA JUGA: Hantam Mobnas Kabid di Diknas, Pelajar SMA Tewas

 

Sasar Pelanggar

Selain knalpot racing, pelanggaran lainnya yang menjadi fokus dalam operasi patuh nala tahun ini adalah, pengemudi Ranmor yang menggunakan handphone saat berkendaraan, pengemudi Ranmor yang masih di bawah umur, pengemudi sepeda motor yang berboncengan lebih dari 1 satu) orang.

Pengemudi sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI dan pengemudi atau Ranmor yang tidak menggunakan safety belt (Sabuk pengaman).

“Selanjutnya pengemudi Ranmor dalam pengaruh atau mengonsumsi alkohol, pengemudi Ranmor yang melawan arus dan yang terakhir adalah pengemudi Ranmor yang melebihi batas kecepatan,” jelas Wiyanto. (jee)

Simak Video Berita

Berita Lainnya

Perketat IMB, Antisipasi Dampak Bencana

TUBEI, rakyatbengkulu.com – Tingginya potensi bencana di Kabupaten Lebong tidak bisa dihindari mengingat kontur dan …