Minggu , 25 September 2022
Home / Berita Utama / Tangkal Radikalisme, Khilafatul Muslimin Kemas’ulan di Kaur Dibubarkan

Tangkal Radikalisme, Khilafatul Muslimin Kemas’ulan di Kaur Dibubarkan

Eks pimpinan Kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Kabupaten Kaur melakukan penurunan plang kelompok tersebut menandakan kelompok tersebut sudah dibubarkan. (Foto: Firman/rakyatbengkulu.com)

 

KAUR, rakyatbengkulu.com – Kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan yang berada di Desa Sumber Harapan, Kabupaten Kaur dibubarkan.

Pembubaran kelompok ini sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur dalam mendukung penuh Polri melakukan penanggulangan radikalisme, terorisme dan intoleransi.

Pembubaran kelompok ini ditandai dengan penurunan dan pencoretan plang merek kelompok tersebut, Kamis (16/6) oleh Bupati Kaur yang diwakili Asisten III Ir. Herwan, M.Si yang juga Ketua MUI Kabupaten Kaur.

BACA JUGA; Gantung Diri di Lapas Anak Diselidiki, Saat Kejadian Polisi Tak Dihubungi

Ikut mendampingi Kapolres Kaur, AKBP Dwi Agung Setyono, S.IK, M.H, Perwira Penghubung 0408/Bengkulu Selatan-Kaur, Kapten Inf. Henry Marpaung.

Hadir pula, Camat Nasal dan seluruh perwakilan beberapa instansi pemerintah yang ada di Kabupaten Kaur.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pernyataan sikap kepada seluruh anggota Kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan untuk keluar dari organisasi pimpinan Abdul Qodir Hasan Baraja secara sukarela.

Asisten III Pemkab Kaur, Ir. Herwan, M.Si mengatakan, kegiatan ini merupakan tugas penting yang harus dilakukan dalam membina kerukunan serta menjaga perdamaian bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya Kaur.

Adanya kelompok ini merupakan bentuk ketidaktahuan secara luas tentang memahami suatu ideologi.

Sehingga dapat menyebabkan rusaknya tatanan sebuah negara oleh ajaran yang menyimpang.

Untuk itu perlu dilakukan pembinaan secara berkala oleh pihak Polres Kaur, MUI, dan dinas terkait lainnya terhadap anggota Khilafatul Muslimin yang di Desa Sumber Harapan ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada, jajaran Polri yang telah bergerak cepat untuk melakukan monitoring dan pencegahan terkait saat ini banyaknya pemahaman yang bertentangan dengan ideologi kita,” kata Herwan.

BACA JUGA: Harga Cabai sudah Tembus Rp 100 Ribu/Kg, Dinas Jamin Stok Ada

“Kemudian untuk ikrar dan sumpah seluruh anggota Khilafatul Muslimin yang ada di Kabupaten Kaur hari ini (16/6), harus dengan ikhlas keluar dan berpegang teguh pada ideologi Pancasila,” imbuh Herwan.

Sementara itu Eks Pimpinan Kelompok Khifatul Muslimin Kemas’ulan Desa Sumber Harapan, Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur, Suparjan menyampaikan, seluruh anggota tidak mengetahui sistem pemerintahan di Indonesia.

Menurutnya, dalam pembelajaran pada kelompok ini hanya diberikan pembelajaran untuk beribadah dengan benar.

Sehingga akibat ketidaktahuan inilah anggota memutuskan untuk membubarkan diri.

“Kami menyatakan sikap tidak akan terikat dengan organisasi manapun, dan kami umat hanya menyatakan bahwa kami adalah umat muslim,” ungkapnya.

Data terhimpun rakyatbengkulu.com, Kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Kabupaten Kaur tidak terdaftar sebagai salah satu organisasi di Badan Kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) Kabupaten Kaur.

BACA JUGA; Dewan Seluma Soroti Proyek Multiyears Tertunda Lama

Kemudian untuk pembentukan kelompok membutuhkan minimal 10 KK.

Baca Selanjutnya>>>

Berita Lainnya

PS Persiman Seleksi Pemain Lokal, Jelang Liga 3

  MANNA, RAKYATBENGKULU.COM  – PS Persiman bersiap menuju liga 3 regional Provinsi Bengkulu. Seleksi pemain mulai …