Minggu , 25 September 2022
Home / Bengkulu Raya / Curup Pos / Warga Transad Idap Penyakit Langka

Warga Transad Idap Penyakit Langka

Nurwanti (29) warga Transad Kecamatan BUR mengalami penyakit kulit langka.

 

 

BUR, rakyatbengkulu.com – Salah satu warga Transad Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR) bernama Nurwanti (29), saat ini hanya bisa terbaring dengan ditutupi selimut di rumah orang tuanya.

Hal ini lantaran dirinya menderita penyakit kulit langka pascamelahirkan anak ketiga pada Maret 2022 silam.

Penyakit kulit langka ini diawali dengan ruam merah dan gatal hingga mengering dan mengelupas.

BACA JUGA: Istri Oknum Polisi Penganiaya ART Menyusul Ditetapkan Tersangka

Dijelaskan Rinto Muhamad Soleh (30), suami Nurwanti, penyakit kulit langka berupa kulit kering dan mengelupas itu dialami istrinya pasca melahirkan anak ketiganya pada 21 Maret 2022 lalu.

Kemunculan tanda pertama pada April 2022 atau lebih kurang satu bulan dari lahirnya anak ketiga mereka.

‘’Awalnya muncul ruam merah dan gatal. Sehingga istrinya kami bawa ke Rumah Sakit DKT Bengkulu dan sempat menjalani perawatan selama tiga hari.

Selanjutnya istri saya rawat jalan lebih kurang satu minggu dan mulai membaik. Sehingga saya dan istri saya pulang ke sini (Transad, red) atau ke rumah orang tua istrinya. Karena memang kami selama ini tinggal di Bengkulu dan disini merupakan orang tua istri saya,’’ sampai Rinto.

Kondisi istrinya, sambung Rinto,kembali diserang penyakit tersebut atau kambuh lagi menjelang Idul Fitri.

Sehingga pada lebaran ketiga, istrinya dibawa ke RSUD Curup dan dirawat selama 10 hari hingga akhirnya rawat jalan hingga sekarang.

BACA JUGA: Harga Lelang Mess Pemda Dianggap Ketinggian

‘’Istrinya kondisinya kulit mengalami kering dan pecah-pecah, sehingga kedinginan dan harus berselimut terus,’’ sambung Rinto.

 

Tak Bisa Menyusui

Sementara itu, Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) BUR, Sutrima menjelaskan, Nurwanti memang sebelumnya tinggal di Kota Bengkulu dan setelah sakit pulang ke rumah orang tuanya di Transad.

Hal ini agar anaknya yang baru lahir ada yang membantu merawat. Karena setelah mengidap penyakit kulit langka tersebut, Nurwanti tidak bisa mengurus bayinya sendiri.

‘’Karena hampir seluruh bagian kulit tubuhnya mengelupas dan terkadang timbul rasa perih dan gatal.

BACA JUGA: Harga Cabai sudah Tembus Rp 100 Ribu/Kg, Dinas Jamin Stok Ada

Sehingga Nurwanti juga tidak bisa menyusui anaknya yang masih bayi dan terpaksa diberikan susu kotak setiap harinya.

Makanya sekarang pulang ke transad agar anak mereka yang masih bayi ini ada yang membantu merawat,’’ demikian Sutrima. (dtk)

Simak Video Berita 

Berita Lainnya

PS Persiman Seleksi Pemain Lokal, Jelang Liga 3

  MANNA, RAKYATBENGKULU.COM  – PS Persiman bersiap menuju liga 3 regional Provinsi Bengkulu. Seleksi pemain mulai …

%d blogger menyukai ini: