Minggu , 27 November 2022
Home / News Update / Terdengar Suara Mengaum, Harimau Mangsa Ternak Warga Padang Capo

Terdengar Suara Mengaum, Harimau Mangsa Ternak Warga Padang Capo

 

Petugas BKSDA Seksi Wilayah 2 Seluma meninjau lokasi serangan binatang buas yang diduga harimau sumatera. foto: dok/rbonline

 

SELUMA, rakyatbengkulu.com – Warga Desa Padang Capo Ilir, Kecamatan Lubuk Sandi dihebohkan dengan harimau Sumatera yang mulai mendekati ke pemukiman mereka.

Tidak hanya itu, harimau tersebut juga memangsa enam ekor kambing dan seekor anjing milik Ngatikem (60) warga Desa Padang Capo.

Dimana kambing tersebut dikandangkan di kebun Ngatikem yang tak jauh dari pemukiman warga.

BACA JUGA: Di Bukit Resam, Harimau Sumatera Tertangkap Kamera

“Sudah 6 ekor kambing, ternak itu semuanya milik Ibu Ngatikem istri dari almarhum pak Marsandi.

Kejadian itu sudah terjadi sejak pekan yang lalu,” ungkap Sekdes Padang Capo Ilir, Jonaidi.

Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah II Bengkulu, pada Jumat (17/6) langsung turun ke lokasi untuk memastikan informasi adanya ternak yang telah dimangsa oleh harimau sumatera.

Dari hasil pengecekan pihak BKSDA Seksi Wilayah II Bengkulu ke lokasi.

Di sekitar lokasi pekarangan rumah Ngatikem, yang berada di lokasi kebun memang ditemukan jejak telapak kaki harimau.

Bahkan dari pengakuan pemilik rumah, pada saat kejadian Ngatikem sedang berada sendirian di rumah.

Pada saat itu, dirinya merasa mendengar suara auman di depan pelataran rumah.

BACA JUGA: Soal SK PPPK, DPRD Panggil BKPSDM

“Saat itu ada kayak buldozer lewat. Aku diam sendirian sambil menangis.

Kambing bunyi Mbekk. Aku bilang diam. Ada bunyi Mengaum – ngaum ya aku diam,” sampai Ngatikem saat ditanya oleh petugas dari BKSDA.

Tak hanya kambing peliharaannya yang dimangsa oleh harimau. Si raja hutan, juga memangsa anjing miliknya.

Pada saat itu, dirinya hanya pasrah dan berdiam diri di dalam rumah.

Dia hanya terdiam,  saat mendengar adanya suara auman harimau yang mengelilingi rumahnya.

“Bunyi mengaum sehingga aku takut. Saya sudah pasrah, silakan dimakan.

Aku selamat, aku selamat. 6 ekor kambing dan satu ekor anjing diambil,” sampainya.

 

Bukit Kabu

Kepala BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Bengkulu Mariska Tarantona menegaskan, pihaknya akan menerjunkan personelnya untuk memberikan pengamanan dan penindakan terkait dengan adanya kejadian tersebut.

BACA JUGA: Sabar, Insentif Pengurus Rumah Ibadah Bulan Ini Dibayarkan

BKSDA juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri terhadap satwa liar yang dilindungi negara.

Hal tersebut dikarenakan keberadaannya yang semakin langka.

“Personel kita telah turun ke lokasi. Karena letak Desa Padang Capo Ilir itu kan, berdekatan dengan Taman Buru Semidang Kabu yang merupakan habitatnya terganggu.

Baca Selanjutnya>>>

Berita Lainnya

Perketat IMB, Antisipasi Dampak Bencana

TUBEI, rakyatbengkulu.com – Tingginya potensi bencana di Kabupaten Lebong tidak bisa dihindari mengingat kontur dan …