Kamis , 7 Juli 2022
Home / News Update / Hasil Jeblok di Indonesia Open 2022, PBSI Sorot Fisik Pemain

Hasil Jeblok di Indonesia Open 2022, PBSI Sorot Fisik Pemain

piala thomas
Tim bulutangkis Indonesia. foto: IST RB

 

PEBULUTANGKIS tanah air praktis hanya bisa jadi penonton di ajang super series berlevel 1000, Indonesia Open 2022.

Sejak babak semifinal, tak ada satupun wakil tuan rumah tersisa. Malam ini, Minggu (19/6) 5 nomor final mulai dimainkan.

Hasil kurang memuaskan tim bulutangkis tuan rumah pada ajang East Ventures Indonesia Open 2022 ini, membuat Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky angkat bicara.

BACA JUGA: Malam Ini 5 Partai Final Indonesia Open 2022 Dimainkan, 1 Milik Jepang

Kegagalan skuad Cipayung mengukir performa terbaik, menurutnya karena faktor fisik dan teknik.

Menurutnya, kegagalan wakil bulutangkis Indonesia melaju ke babak empat besar  bukan tanpa alasan.

Maklum, waktu penyelenggaraan turnamen yang berdekatan antara Indonesia Masters dan East Ventures Indonesia Open membuat beberapa pemain tuan rumah kelelahan.

Dalam turnamen berhadiah total 1,2 juta dolar AS tersebut, dari empat wakil yang tersisa di perempatfinal, semuanya gagal memetik kemenangan.

Akhirnya, tidak ada wakil Indonesia yang lolos di semifinal.

“Melihat hasil keseluruhan saat kami gagal meloloskan wakil ke babak semifinal bukan tanpa alasan.

Faktor kondisi fisik turut memengaruhi, sehingga wakil Indonesia gagal di babak perempatfinal,” tutur Rionny dalam temu media di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Hal itu nantinya akan menjadi koreksi besar mengingat ke depannya akan ada turnamen padat lagi di Malaysia dan lanjut ke Singapura Terbuka.

Untuk itu, beberapa persiapan dilakukan. Mulai dari pengembalian kondisi fisik, teknik, dan mental bertanding.

“Hal itu tentu menjadi catatan dan evaluasi ke depannya, mengingat akan ada turnamen yang akan diikuti di bulan Juli nanti,” ujar Rionny.

“Selain itu, yang harus menjadi catatan di luar hal itu ialah kondisi di lapangan seperti angin hingga gemuruh penonton juga turut mempengaruhi permainan pemain di atas lapangan,” ungkap Rionny.

Setelah menjalani laga padat di Istora selama dua minggu lamanya, para pebulutangkis Indonesia praktis punya waktu seminggu untuk mempersiapkan diri turun di ajang berikutnya.

Dengan melihat kondisi tersebut, Rionny sudah berkoordinasi dengan beberapa pelatih terkait untuk membuat program khusus, baik teknik maupun fisik menjelang menjalani turnamen padat berikutnya.

“Saya harus bilang faktor fisik dan teknik bermain akan menjadi catatan kami untuk diperbaiki lebih lanjut.

Untuk itu, pemain itu sendiri harus memiliki motivasi dalam diri masing-masing siap menghadapi program latihan yang dibuat,” papar Rionny.

“Ke depannya akan banyak turnamen yang akan diikuti untuk menambah tabungan poin masing-masing pemain yang tahun depan akan mengikuti kualifikasi Olimpiade,” tambah Rionny.

Tercatat dari 20 wakil yang berlaga di East Ventures Indonesia Open 2022, hanya empat yang mampu melaju di babak delapan besar turnamen BWF level super 1000 itu.

Keempat pemain itu ialah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (ganda putra).

Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti (ganda putri).

Fajar/Rian tersandung di babak perempatfinal seusai kalah dari wakil China, Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi dengan skor identik 18-21, 18-21.

Ganda putra lainnya yang tersingkir ialah, Pramudya/Yeremia yang kalah dari peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik lewat pertarungan rubber game 21-14, 12-21, 20-22.

Dari sektor tunggal putra, wakil Indonesia yang gagal yakni Anthony Sinisuka Ginting yang menyerah dari pebulutangkis Denmark, Viktor Axelsen.

Baca Selanjutnya>>>

Berita Lainnya

habib

Bincang Santai dengan Habaib: Ada 25 KK Menyebar di Bengkulu

  JEJAK para habaib keturunan rasulullah juga terlacak di Provinsi Bengkulu sejak lama. Bukti otentiknya, …