Selasa , 4 Oktober 2022
Home / Bengkulu Raya / Kaur / Pos PMK Dibubar, Ternak Bebas Masuk

Pos PMK Dibubar, Ternak Bebas Masuk

Pos monitoring PMK di Kabupaten Kaur dibongkar. Selama ini pos ini menjadi salah satu garda terdepan dalam mencegah masuknya hewan ternak yang terpapar PMK ke Provinsi Bengkulu. foto: FIRMAN/RBonline

 

KAUR, rakyatbengkulu.com – Di tengah ditemukannya ternak yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa kabupaten di Provinsi Bengkulu, pos monitoring PMK di Kecamatan Nasal malah dibubarkan.

Padahal pos ini fungsinya sangat penting dalam mencegah ternak yang terpapar PMK masuk ke Provinsi Bengkulu dari wilayah Provinsi Lampung.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, Lianto, SP melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Rakhmad Fajar selaku penanggungjawab pos monitoring mengatakan, Kabupaten Kaur merupakan poros utama yang berbatasan dengan Provinsi Lampung yang menjadi salah satu daerah pemasok ternak bagi Provinsi Bengkulu, baik sapi, kambing, dan kerbau.

BACA JUGA: Sudah 137 Sapi Terserang PMK, 1.501 Berisiko Tertular

Pos monitoring PMK tersebut berdiri sejak 28 Mei lalu, setelah ada rekomendasi dari dinas terkait di Provinsi Bengkulu. Namun, sejak pos itu berdiri seluruh tanggung jawab dikembalikan ke kabupaten dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Kaur.

Selama melakukan monitoring, tim Satgas PMK bekerja secara maksimal selama 24 jam.

Namun setelah dua minggu berjalan, saat ini belum adanya dana operasional. Selama ini hanya menggunakan dana dari internal OPD daerah saja. “Kami telah berkoordinasi ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu terkait pembubaran pos monitoring PMK ini,” terang Rakhmad.

Rakhmad menambahkan, dari hasil koordinasi dengan dinas terkait di provinsi terkait biaya operasional, untuk aktivitas monitoring PMK ini memang belum ada. Jadi dibebankan semampu daerah saja.

BACA JUGA: Terulang Lagi, Penambang Emas di Lebong Tewas Tertimbun Longsor

Satgas Kabupaten

Menurutnya, untuk saat ini di Kabupaten Kaur belum terdapat kasus ternak terpapar PMK. Selama ini sebagian besar ternak yang diangkut dari Lampung dengan tujuan Kota Bengkulu, Bengkulu Utara dan Mukomuko.

Namun tidak menutup kemungkinan Kabupaten kaur dapat terjangkit juga mengingat saat ini di Kabupaten Seluma sudah ada kasus PMK.

“Selama ini yang berjaga di pos monitoring hanya Satgas Kabupaten saja. Harapan kami karena ini mencakup pengamanan Provinsi Bengkulu, ada bentuk kontribusi bersama untuk pos monitoring tersebut,” harapnya. (pir)

Simak Video Berita 

Berita Lainnya

PS Persiman Seleksi Pemain Lokal, Jelang Liga 3

  MANNA, RAKYATBENGKULU.COM  – PS Persiman bersiap menuju liga 3 regional Provinsi Bengkulu. Seleksi pemain mulai …

%d blogger menyukai ini: