Sabtu , 13 Agustus 2022
Home / Olahraga / Gagal di AFF, PSSI Pastikan STY Aman

Gagal di AFF, PSSI Pastikan STY Aman

JAKARTA, RAKYATBENGKULU.COM – Tersingkir secara menyakitkan di ajang putaran grup piala AFF U 19, membuat laga Vietnam – Thailand jadi sorotan pecinta bola tanah air.

Tudingan terjadi “main mata” pada laga Vietnam kontra Thailand pun menyeruak. Mengenai hal ini, Ketua Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan ikut menyesalkan hasil akhir yang membuat Timnas tak lolos ke babak semifinal.

Vietnam dan Thailand dianggap bertanding tanpa niat mencetak gol, setelah kondisi sama kuat.

Padahal, andai Vietnam dan Thailand saling mengalahkan, Indonesia akan mengunci satu tempat di semifinal, karena pada saat bersamaan, skuad “Garuda Nusantara” mengandaskan Myanmar 5-1.

“Untuk kelolosan ke semifinal, memang ada regulasi yang mengatur. Namun, apa yang dilakukan Vietnam dan Thailand seharusnya tidak boleh mengingat mereka tim besar,” sorot pria yang juga akrab disapa Iwan bule.

Sebagaimana diketahui, mengacu kepada aturan dari AFC, tiga tim yang sama nilainya ini kemudian dibuatkan klasemen mini dengan melihat head to head mereka.

Artinya, jika Vietnam kontra Thailand imbang 0-0, maka perhitungan dianggap sama kuat. Karena sebelumnya laga Indonesia lawan Vietnam dan Thailand juga berakhir imbang 0-0.

Karena sama kuat, maka perhitungan dilanjutkan dengan melihat berapa selisih gol yang didapatkan. Namun, jika Thailand dan Vietnam imbang dengan skor 1-1, 2-2 dan seterusnya, maka yang lolos ialah Vietnam dan Thailand.

Sebab, kedua tim memiliki agresivitas gol lebih baik dari Indonesia saat dihitung head to head tiga tim dengan poin sama. Dengan perhitungan head to head ini, berapa pun gol yang berhasil dicetak oleh Indonesia sebelumnya, tidak dianggap lagi.

STY Lanjut

Sementara itu, mengenai nasib Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih Tim Nasional U-19. Dia memastikan,  STY aman.  Meskipun gagal membawa skuadnya gagal lolos dari fase grup di Piala AFF U-19 2022, menurutnya performa Timnas U-19 bagus.

“Shin masih terus (melatih-red) karena kami melihat perkembangan anak-anak luar biasa,” ujar Iwan Bule di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (10/7) malam.

Dari lima laga, Indonesia tidak pernah kalah dan meraup tiga kemenangan.  Skuad berjuluk “Garuda Nusantara” juga menjadi skuad tersubur turnamen dengan membuat total 17 gol dan hanya kebobolan lima gol.

Tim asuhan Shin juga dianggap cukup tangguh meski dilakukan rotasi untuk menjaga kondisi fisik pemain di tengah jadwal padat. “Di luar dugaan, ketika pemain cadangan dimainkan, ternyata kualitasnya hampir sama dengan pemain inti. Berarti Shin betul-betul mempunyai talenta luar biasa. Anak-anak juga memiliki ‘chemistry’ (ikatan emosional-red) dengan dia,” tutur Iriawan.

Akan tetapi, torehan apik tak cukup untuk mengantarkan Indonesia ke semifinal karena kalah “head to head” dengan Vietnam dan Thailand.

Terakhir kali “Garuda Nusantara” gagal lolos dari fase grup Piala AFF U-19 terjadi pada tahun 2016.

Dari laga kontra Myanmar, gol-gol Indonesia dibuat oleh Muhammad Ferarri (dua gol), Arkhan Fikri, Rabbani Siddiq dan Ronaldo Kwateh. Myanmar memperkecil kedudukan via La Min Htwe.  (antara/jpnn)

Berita Lainnya

Epriya Cup 2022 “Pecah”, 51 Tim Bertanding

Event olahraga Epriya Cup 2022 yang digelar 15-28 Juni 2022 di Kabupaten Lebong benar-benar “pecah”. Bukan hanya acara pembukaan yang berlangsung sukses, tapi antusias peserta mengikuti turnamen voli ini juga luar biasa. 

%d blogger menyukai ini: