Senin , 3 Oktober 2022
Home / Metropolis / Dewan Herwin Suberhani ; Geram Bibit Produktif Tak Sesuai Harapan

Dewan Herwin Suberhani ; Geram Bibit Produktif Tak Sesuai Harapan

Herwin Suberhani

 

KAUR, rakyatbengkulu.com – Dalam pengadaan bibit produktif Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung (BPDAS HL) Ketahun Bengkulu yang diduga tidak sesuai dengan keseharusan yang diberikan kepada masyarakat. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Dapil Bengkulu Selatan-kaur H. Herwin Suberhani SH,.MH geram.

Herwin mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia khususnya Provinsi Bengkulu sedang berada di posisi pemulihan pandemi Covid 19.

Adanya program-program Pemerintah baik pusat ataupun daerah yang menggunakan dana yang bersumber dari APBN dan APBD menjadi semangat baru bagi masyarakat.

Seperti pengadaan bibit produktif dilaksanakan oleh BPDAS HL Ketahun Bengkulu ini, merupakan bibit bantuan yang disediakan untuk masyarakat dengan harapan akan cepat berproduksi dan menghasilkan nilai ekonomi masyarakat. Namun jika adanya bantuan bibit yang hanya memberikan harapan palsu, maka ini sangat disayangkan.

“Hal ini dikarenakan, pertama pemerintah pusat mengalirkan anggaran yang diperuntukan untuk membantu masyarakat, namun faktanya ditemukan bibit yang tidak terawat dan dalam kondisi memperihatinkan,” kata Herwin.

Kedua, menunggu satu pohon itu menghasilkan memakan waktu yang lama, baru bisa dinyatakan bibit tersebut produktif kurang lebih tiga sampai empat tahun.

Seandainya apa yang ditanam masyarakat ini tidak benar bibit produktif tentu kerugian yang bertubi-tubi dirasakan masyarakat mulai dari perawatan, pemupukan dan terutama waktu.

“Kalau sudah menyangkut adanya dugaan kerugian masyarakat tentunya kami sebagai Perwakilan Rakyat sangat geram menyikapinya,” tegasnya.

Herwin menambahkan, di dalam suatu kegiatan yang menggunakan uang negara tentu ada sistem dan regulasi yang harus dijalankan.

Terkait kegiatan bibit produktif ini, semua pihak yang terlibat harus bisa mempertanggung jawabkannya. Apabila ada unsur lemahnya dalam pengawasan, tentu Komisi Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memiliki peran yang harus dipertanyakan kinerjanya.

“Hal seperti ini tidak dapat dibiarkan apalagi berjalan secara masif, yang salah harus di luruskan yang rugi harus dipertanggung jawabkan, dalam waktu dekat akan kami panggil terlebih dahulu instansi terkait, agar jelas apa yang menjadi permasalaha,” terangnya.

Sebelumnya, pengakuan penerima bibit, Burman (52), warga Kecamatan Maje Kaur itu bahwa ia menerima bibit jenis kelengkeng diamond river dari Pembibitan Permanen (PP) Padang Petron.

Selain itu, bibit mangga, nangka, petai, kelengkeng. Totalnya 25 bibit label biru. Sementara empat bibit pinang bukan berlabel diberikan diluar program pembagian bibit produktif. Kalau syarat mengambil bibit ini datang kemudian tunjukan KTP.

“Untuk bibit udah diambil, langsung kami tanam. Ada yang hidup sampai sekarang ada juga yang mati. Mati itu rata-rata yang polibagnya pecah, jadi tidak menyatu tanahnya,”beber Burman kecewa.

Untuk mendapatkan bibit tersebut, Burman harus menempuh perjalanan dari Maje menuju Pembibitan Permanen (PP) Padang Petron di. Namun setelah menelihat kondisi bibit diterima, ia mengaku kecewa berat.

“Ah minyak la habis, katanya bibit sambungan, okulasi-okulasi. Kalau bentuk seperti, bibit jatuh dari pohon ini, alias bibit dari biji kalau kami ngomongnya,”ungkap Burman.

Ahmad Rezi (39) warga Kecamatan Semidang Gumay yang juga mengambil bibit dari PP Padang Petron. Namun berbeda dengan Burman, dia hanya menerima 10 bibit berlabel biru.

Versi petugasnya, kata Rezi, pembagian bibit label biru terbatas. Senada dengan Burman, menurutnya, bibit terjemur di bawah terik matahari saat di PP Padang Petron.

Setelah itu banyak yang polibagnya pecah, ada juga batangnya patah, kalau daun rontok dan menguning hampir merata terjadi di bibit kelengkeng.

“Waktu itu saya pilih nggak mau saya dikasih bibit yang patah-patah itu. Begitu pulang langsung saya tanam, tapi ya itu tadi kalau memang mau tahu ini bibit benar produktif cepat berbuah kita pasti harus nunggu dulu, dan tidak bisa dibuktikan sekarang,” ujarnya.

Berdasarkan data terhimpun RB, bulan Juni lalu BPDAS HL Ketahun Bengkulu melakukan pengadaan bibit produktif melalui penunjukan langsung (PL) kepada pihak ketiga yang terdiri dari lima paket pekerjaan.

Tersebar di beberapa Kabupaten di Provinsi Bengkulu. Untuk paket pertama sebagai pengada dikerjakan oleh CV. TKM untuk Kabupaten Kaur yang dialokasikan ke Persemaian Permanen (PP) milik BPDAS HL Ketahun.

Lalu paket kedua CV. TJM untuk Kabupaten Bengkulu Selatan yang dialokasikan ke Kesatuan Pemangku Hutan Lindung (KPHL).

Paket ketiga CV. SPA untuk Kabupaten Seluma, paket keempat CV. Fo pengada bibit produktif untuk Kabupaten Rejang Lebong yang dialokasikan ke KPHL Balai Rejang dan Kesatuan Pemangku Hutan Lindung (KPHL) Bukit Daun. Lalu paket kelima CV. NPB pengada bibit produktif untuk Pembibitan Tahura milik BPDAS HL Ketahun.

Namun dalam pengadaan bibit yang disediakan oleh penyedia seluruhnya berasal dari luar Provinsi Bengkulu, yaitu daerah Jawa barat.

Semestinya wajib memenuhi persyaratan berupa dokumen karantina dan dokumen sertifikasi bibit. Data yang diperoleh RB, pengadaan bibit ini seluruhnya dikumpulkan di Kota Bengkulu terlebih dahulu.

Tidak langsung menuju ke titik bagi untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim dari UPTD Pengawasan, Pengujian, dan Sertifikasi, Tanaman Pangan Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu.

Sehingga kuat dugaan tidak ada jaminan bahwa bibit yang dikirimkan ke lima wilayah tersebut, sesuai dengan jumlah keseharusan perjenis dan spesifikasi bibit yang sama persis dengan bibit yang telah diuji oleh tim UPTD Pengawasan, Pengujian, dan Sertifikasi, Tanaman Pangan Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, di Kota Bengkulu.

Kepala Seksi Program Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung (DAS HL) BPDAS HL Ketahun Bengkulu, sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan Bibit Produktif Yumi Lestari S.SI.,M.Sc menjelaskan, kegiatan pengadaan bibit produktif ini bertujuan untuk menyediakan bibit yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

Dilakukan melalui Pengadaan Langsung (PL) oleh penyedia, dengan masing-masing paket pekerjaan sebesar Rp 178 juta. Dengan total lima paket pekerjaan sebesar Rp 890 juta.

Untuk sumber pendanaan berasal dari DIPA BPDASHL Ketahun nomor SP.DIPA 029.04.2.427165/2022 tanggal 17 November 2021 revisi ke 2 tanggal 02 Februari 2022.

Sedangkan untuk referensi hukum Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) no 23 tahun 2021 Tentang Pelaksanan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), dan Surat Direktur Jendral PDASHL nomor S.161/PDASHL/SET/DAS.2/10/2016, 04 Oktober 2016 tentang Arahan Pengadaan Bibit Produktif.

Dalam pengadaan bibit produktif ini juga bibit harus sesuai kriteria dan standar teknis yang tertuang harus dipenuhi oleh penyedia.

Seperti, pertumbuhan normal (Sehat, berbatang tunggal, berkayu). Media tanam harus kompak dalam polibag (saat diangkat tanah dan bibit tidak terpisah).

Jumlah daun, proporsional dengan tinggi bibit. Kondisi fisik, sehat secara visual. Memiliki label biru. Ukuran minimal tinggi 30 centimeter (Cm).

Sedangkan terkait mutu dan Kualitas, besertifikat dan memenuhi aturan terkait tatacara peredaran bibit yang berlaku, dan untuk perbanyakan bibit berasal dari Okulasi dan penyambungan.

Seluruh bibit yang di sediakan penyedia, harus diantarkan ketitik bagi. Sebelum dilakukan serah terima kepada PPK harus dilakukan pengujian mutu benih dan dilakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi dan fisik bibit sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

“Untuk bibit ini, penyedia sudah melakukan pemeriksaan oleh UPTD Pengawasan, Pengujian, dan Sertifikasi, Tanaman Pangan Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, dan itu menjadi dasar saya menerima hasil pekerjaan yang dilakukan penyedia, yang mana baik fisik dan berkas semua sudah sesuai regulasi yang ada,”terangnya. (pir/prw)

Berita Lainnya

DPK Provinsi Terima Koordinasi Program Pengembang Perpustakaan Daerah

BENGKULU, rakyatbengkulu.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu terbuka untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi …

%d blogger menyukai ini: