Jumat , 3 Februari 2023
Home / Bengkulu Raya / Bengkulu Utara / Pelaku Pungli Diamankan, Warga Blokir Jembatan

Pelaku Pungli Diamankan, Warga Blokir Jembatan

Warga memblokir jembatan karena tidak terima ada salah seorang warga dibawa polisi atas dugaan pungli.

BATIK NAU, rakyatbengkulu.com – Polisi akhirnya mengambil tindakan terkait dengan adanya pungutan liar (Pungli) di sepanjang jalan lintas barat (Jalinbar) sepanjang pesisir pantai Batik Nau.

Polisi mengamankan satu warga yang diduga melakukan pungli di ruas jalan Desa Serangai. Namun penindakan yang dilakukan polisi tersebut sepertinya mendapatkan protes dari warga.

Data terhimpun RB, mengetahui ada warganya yang diamankan, warga lainnya melakukan protes dengan menutup
jembatan jalan lintas barat.

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, kemarin (9/11). Warga menutup akses jembatan dengan memasang bambu di jemabtan. Selain itu puluhan warga juga berkumpul di jembatan tersebut.

Hal ini membuat kemacetan panjang mengingat jalan tersebut adalah akses satu-satunya setelah jalan lintas PTPN ditutup akibat lantai jembatan jebol.

Penutupan jalan tersebut kembali dibuka setelah warga yang sempat diamankan tersebut dipulangkan. Penutupan jalan hanya berlangsung sekitar satu jam.

Kapolres BU AKBP. Andy P Wardhana, S.IK, MM melalui Kapolsek Batik Nau Iptu Hardiansyah, SH mengatakan polisi sejak Selasa lalu sudah membubarkan pos-pos di jalan-jalan yang diduga tempat terjadinya pungli. Polisi mengamankan satu orang lantaran masih ada yang beroperasi kemarin.

“Namun kita bawa ke Mapolsek hanya untuk diminta membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Setelah membuat pernyataan, kita perbolehkan pulang,” kata Kapolsek.

Sementara itu, Camat Batik Nau Syahbani menjelaskan sesuai arahan Bupati agar tidak lagi terjadi pungli di kawasan tersebut lantaran meresahkan pengendara. Sehingga polisi bersama camat melakukan pembongkaran pos-pos tersebut.

“Kita bongkar pos-pos yang ada di lokasi. Sekaligus kita berikan pencerahan pada masyarakat,” ujarnya.

Terkait pemblokiran jembatan kemarin, hal tersebut bukan hanya soal protes warga yang sempat diamankan. Namun warga juga protes terkait dengan kondisi jalan desa sepanjang pesisir barat Batik Nau yang rusak parah.

“Mereka memprotes jalan mereka dijadikan lalu lintas untuk truk, terutama angkutan batu bara dan crude palm oil,” ujarnya.

Apalagi sampai saat ini jalinbar PTPN tengah dilakukan pembangunan. Sedangkan jalinbar sepanjang pantai sampai kini belum dilakukan perbaikan, sedangkan kerusakan sudah sangat dikeluhkan masyarakat.

“Protes masyarakat terkait dengan kerusakan jalan itu. Masyarakat kesal karena setelah jalan PTPN dibangun, jalan mereka tidak diperbaiki sedangkan kondisinya rusak parah,”
ungkap Syahbani.(qia)

Berita Lainnya

Perketat IMB, Antisipasi Dampak Bencana

TUBEI, rakyatbengkulu.com – Tingginya potensi bencana di Kabupaten Lebong tidak bisa dihindari mengingat kontur dan …